Pelita Samudera Shipping Raih Kontrak Angkut Batu Bara Senilai USD18 Juta

Pelita Samudera Shipping Raih Kontrak Angkut Batu Bara Senilai USD18 Juta
ilustrasi
Jakarta-TAMBANG. Salah satu perusahaan jasa angkutan laut Indonesia, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI), berhasil meraih kontrak baru jasa pengangkutan batu bara dengan garansi volume minimum 2 juta metrik ton per tahun.   Total total kontrak yang disepakati senilai kurang lebih USD18 juta dengan PT Jembayan Muarabara (JMB), sebagai perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Kalimantan Timur dan anak usaha dari Sakari Resources Group.   “Sesuai dengan kontrak kerja sama, JMB akan memuat batu bara di kapal tongkang (barge) PSSI di pemuatan terminal Separi Mahakam,Tenggarong Seberang dan  distrik Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur,” tulis keterangan resmi PT. Pelita Samudera Shipping Tbk, Selasa (6/2)   Periode kontrak kerjasama selama tiga tahun yang akan berakhir di tahun 2020. Perseroan mengaku optimis minimum garansi volume sebesar 2 juta metrik ton per tahun, akan tercapai sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.   JBM sendiri sesungguhnya mitra lama PSSI yang sudah bekerja sama sejak tahun 2007. Kontrak baru yang ditandatangani oleh Direktur Utama PSSI , Iriawan Ibarat dan Direktur Utama JMB, Sudasi Harsono, juga membuktikan tingginya kepercayaan  pelaku usaha batu bara terhadap kinerja PSSI di industri logistik.   “Selain jasa kapal tongkang, JMB juga memanfaatkan pemindahmuatan batu bara di jasa muatan apung (Floating Loading Facility) milik PSSI,” kata Iriawan Barat.   Perkuat Armada Dengan Tambahan Kapal Tugboat Selain itu, PSSI juga telah menambah lagi armada kapal Perseroan dengan membeli satu unit tugboat baru sebagai kapal penarik senilai Rp8.5 miliar. Kapal ini baru selesai dibangun galangan kapal di Samarinda dan diberi nama TB Dewi Citrawati  II. Juga membeli dua unit tugboat berikut dua unit 330 feet barge senilai Rp41.5 miliar.   Dana pembelian armada kapal – kapal ini dengan total Rp50 miliar diambil dari kas Perseroan. Selanjutnya Perseroan berencana untuk bekerjasama dengan bank lokal, untuk mendapatkan fasilitas pendanaan kembali. Dengan pembelian tersebut, jumlah armada kapal-kapal Perseroan telah mencapai 37 unit tugboat dan 37 unit barge.   Dengan trend ini dan penambahan kapal-kapal baru, Perseroan optimis proyeksi keuangan Perseroan tahun 2018 akan dapat tercapai sesuai rencana jangka panjang.    

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin