Pelaku Pasar Khawatir Potensi Reses Turki Terhadap Indonesia

Pelaku Pasar Khawatir Potensi Reses Turki Terhadap Indonesia
Jakarta, TAMBANG – Laju IHSG mengalami naik turun di awal perdagangan, seiring masih adanya kekhawatiran berlebihan terhadap potensi resesi Turki terhadap ekonomi Indonesia.   Bahkan laju IHSG pun sempat terperosok dalam menyentuh level terendahnya di bawah 5700, dengan kembali melemahnya laju Rupiah. Masih adanya aksi jual investor asing hingga imbas pelemahan laju bursa saham Asia membuat IHSG turun dalam.   Akan tetapi menurut Pengamat Pasar Modal Analis Efek Indonesia, Reza Priyambadha, di sesi kedua laju IHSG bertahap mengalami kenaikan seiring dengan aksi beli yang memanfaatkan pelemahan sebelumnya, meski laju Rupiah masih melemah seiring dengan adanya rilis dari Badan Pusat Statistik yang mencatat defisit neraca perdagangan Januari-Juli 2018 mencapai USD3,09 miliar.   Penguatan IHSG juga terbantukan dengan adanya rilis kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), yang naik 25 bps untuk mencegah pelemahan Rupiah lebih dalam.   Setelah sempat melemah di bawah target support 5725-5747, laju IHSG akhirnya mampu melampaui target resisten di kisaran 5788-5801.   Reza mengharapan pada perdagangan  Kamis ini (16/8),  diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5785-5794 dan Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5828-5842.   Mulai adanya kenaikan yang ditopang oleh munculnya peningkatan volume beli, diharapkan dapat membuka peluang penguatan IHSG selanjutnya. Serta tidak kembali dimanfaatkan untuk profit taking. Meski demikian, sentimen yang ada masih kurang positif sehingga perlu diwaspadai dapat menahan potensi penguatan tersebut. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan IHSG.   Saham-saham pilihan: LSIP Trading buy selama bertahan di atas 1310. Support 1305-1310 Resisten 1340-1355 TBIG Trading buy selama bertahan di atas 5575. Support 5500-5575 Resisten 5750-5850 ITMG Trading buy selama bertahan di atas 26600. Support 26525-26600 Resisten 26850-26975 ERAA Trading sell jika gagal bertahan di atas 2630. Support 2600-2630 Resisten 2720-2740 VIVA Trading buy selama mampu bertahan di atas 180. Support 178-180 Resisten 185-188

Artikel Terkait

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan jasa energi terintegrasi, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), kembali menunjukkan kapabilitas operational excellence pada layanan hulu migas. Kali ini perusahaan yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina sukses melaksanakan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara,

By Egenius Soda
DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin