Pasar Asia Terjebak di Zona Merah

Pasar Asia Terjebak di Zona Merah

Jakarta, TAMBANG – Belum berubahnya sentimen di pasar saham Asia membuat pergerakannya masih berada di zona merah. Terlebih setelahku adanya sentimen pembatasan investasi asing oleh AS.

Binaartha Institutional Research, pada Jumat (29/6), Nikkei melemah dengan tekanan pada saham-saham pertambangan dan perangkat elektronik serta penerbangan. Kospi juga melemah dengan adanya aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama pada sektor teknologi. Sejumlah indeks saham China bergerak varaitif dengan HSI yang mengalami kenaikan seiring kenaikan saham-saham energi dan IT.

Tidak hanya bursa saham Asia, laju bursa saham Eropa kembali mengalami pelemahan. Adanya kenaikan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali melakukan aksi jualnya. Indeks pan-European Stoxx 600 turun 0,9 persen dengan tekanan sejumlah saham, terutama saham-saham teknologi. Sementara itu, pelemahan di bursa saham Eropa tertahan dengan adanya kenaikan sejumlah saham ritel.

Sementara itu, pergerakan bursa saham AS kembali mengalami kenaikan dengan adanya dorongan dari saham-saham bank dan teknologi. Indeks DJIA naik, terutama dengan positifnya saham Boeing. Nasdaq naik dengan meningkatnya volume beli saham Amazon. Begitupun dengan S&P500 yang menguat dengan dukungan saham-saham keuangan, telekomunikasi, dan teknologi.

Meski sentimen dari perang dagang masih belum adanya kejelasan seiring berbagai pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump di twitternya, namun, pelaku pasar mencoba memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali masuk dengan harapan memperoleh capital gain dari posisi beli di harga rendah.

Artikel Terkait

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin
KPR Silika Jalani Penilaian Dokumen Lingkungan, Perkuat Komitmen Pengelolaan Dampak Tambang di Bombana

KPR Silika Jalani Penilaian Dokumen Lingkungan, Perkuat Komitmen Pengelolaan Dampak Tambang di Bombana

Jakarta, TAMBANG - PT Kasmar Poleang Raya (KPR Silika) menjalani penilaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL) untuk rencana kegiatan pertambangan pasir silika beserta fasilitas penunjangnya di Kecamatan Poleang Selatan dan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Penilaian yang

By Rian Wahyuddin