IMERC 2026 Resmi Dibuka dengan Charity, Wujudkan Kepedulian Lewat Safety dan Kebermanfaatan
Jakarta, TAMBANG - Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 resmi dibuka dengan kegiatan Charity berupa penyerahan bantuan kepada Panti Asuhan Al-Firdaus Kalimantan Selatan.
Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian IMERC 2026 yang akan menjadi wadah peningkatan kompetensi Emergency Response Team (ERT) melalui kompetisi, pelatihan, serta kegiatan sosial.
Ketua Dewan Pengawas Yayasan Garuda Rescue Nusantara R. Teguh Sapto Subroto, menjelaskan bahwa ketiga pilar tersebut menjadi fondasi utama penyelenggaraan IMERC.
"Challenge menjadi sarana menguji kompetensi dan kesiapsiagaan. Training menjadi ruang belajar dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan. Sementara itu, charity mengingatkan bahwa setiap kompetensi yang dimiliki harus memberikan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat," ujar Teguh dalam sambutannya di Training Ground Garuda Rescue Nusantara (GRN), Kalimantan Timur, Kamis (6/8).

Ketua Dewan Pengawas Yayasan Garuda Rescue Nusantara R. Teguh Sapto Subroto. Istimewa.
Ketua Yayasan Garuda Rescue Nusantara (GRN), Adri Thanada menegaskan bahwa IMERC hadir dengan semangat pemerataan kompetensi penyelamatan sehingga dapat diakses oleh seluruh insan rescue.
"Mimpi GRN adalah bagaimana semua rescuers memiliki kemampuan yang merata. Itulah mengapa event ini gratis. Pendidikan, pengalaman, dan ilmu tentang rescue adalah hak semua orang," jelas Adri Thanada.
Adri menambahkan, semakin banyak rescuer yang kompeten, Indonesia akan semakin tangguh.
"Itulah mimpi yang kami jalankan hari ini, membangun rescue di Indonesia. Terima kasih atas semangat dan kehadirannya," imbuhnya.
Sementara, Ketua Panitia IMERC 2026, Koko Prayitno berharap seluruh rangkaian IMERC mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi peserta maupun masyarakat.
"Pada IMERC 2026 kali ini selain Challenge, terdapat Workshop Incident Management Training yang menghadirkan pelatih dari Australia, kesempatan gratis bagi observer dari berbagai perusahaan yang saat ini telah mencapai 355 orang, kolaborasi bersama relawan dari berbagai perusahaan dan institusi profesional, serta keterlibatan UMKM, Rumah Zakat, dan Yayasan Al-Firdaus," Koko Prayitno.
"Mudah-mudahan penyelenggaraan IMERC tahun ini memberikan manfaat berupa pengetahuan, pengalaman baru, sekaligus rekomendasi untuk penyelenggaraan IMERC yang lebih baik di masa mendatang," tambahnya.
Koordinator Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, Ari Hendarwanto turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan IMERC 2026 yang dinilai mampu memperkuat budaya keselamatan di sektor pertambangan.
"Kami menyampaikan dukungan penuh kepada Garuda Rescue Nusantara dan PT Putra Perkasa Abadi dalam penyelenggaraan IMERC 2026. Mengingat sektor ESDM memiliki risiko yang tinggi, kehadiran seluruh peserta merupakan wujud nyata dedikasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan sektor pertambangan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat," ujarnya.

Diikuti 24 Tim
Tahun ini, IMERC diikuti oleh 24 tim Emergency Response Team (ERT) dari Indonesia dan Australia. Seluruh slot peserta berhasil terisi dari tingginya minat sekitar 30 perusahaan pertambangan yang mendaftar. Para peserta berasal dari PT Borneo Indobara, PT Kaltim Prima Coal, PT Mustika Indah Permai, PT Bukit Asam Tbk, PT Mandiri Herindo Adiperkasa, PT Petrosea Tbk, PT Indexim Coalindo.
Kemudian, PT Sapta Indah Sejati, PT Kideco Jaya Agung, PT Freeport Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk, PT Hengjaya Mineralindo, PT Multi Harapan Utama, PT Labuha Internusa, PT Cipta Kridatama, PT Arutmin Indonesia, PT Maruwai Coal, PT Satria Bahana Sarana, PT SIMS Jaya Kaltim, PT Pamapersada Nusantara, PT Mifa Bersaudara, PT Aneka Tambang Tbk, PT Berau Coal, dan Northern Star Resources Ltd.
IMERC 2026 terbuka bagi masyarakat umum tanpa biaya registrasi. Seluruh rangkaian kompetisi juga dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Garuda Rescue Nusantara.
Sebagai hasil kolaborasi antara Garuda Rescue Nusantara dan MERC Australia, IMERC diharapkan terus menjadi wadah pembelajaran, pertukaran pengalaman, dan penguatan kompetensi Emergency Response Team (ERT) guna mendukung terciptanya operasi pertambangan yang semakin aman, profesional, dan berstandar internasional.
Founder MERC Australia, Sue Steele, menyampaikan apresiasinya atas perkembangan IMERC yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun.
"Merupakan suatu kehormatan bagi MERC untuk kembali diundang mendukung IMERC 2026. Meskipun IMERC diinisiasi oleh GRN di Indonesia, penyelenggaraannya terinspirasi dari pengalaman panjang MERC Australia dalam kompetisi, pelatihan ERT, dan kolaborasi internasional," jelas Sue Steele.
Kami menganggap Balikpapan sebagai rumah kedua kami. Bertandinglah dengan penuh integritas, saling belajar satu sama lain, dan selalu ingat bahwa pencapaian terbaik adalah pulang dengan selamat serta memastikan orang lain juga dapat melakukan hal yang sama," imbuhnya.
Setelah Opening Ceremony, rangkaian IMERC 2026 akan berlanjut dengan Challenge Day 1 pada 7 Agustus 2026. Lima nomor yang akan dipertandingkan meliputi Road Crash Rescue (RCR), Underwater Rescue & Recovery (UWRR), Vertical Rescue, Confined Space Rescue (CSR), dan Structural Fire Fighting (SFF).