PAMA Perkuat Kapasitas Kader Posyandu Binaan Melalui 25 Kompetensi Dasar

PT Pamapersada Nusantara (PAMA) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan 25 Kompetensi Dasar bagi kader Posyandu binaan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) PAMA.

PAMA Perkuat Kapasitas Kader Posyandu Binaan Melalui 25 Kompetensi Dasar
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan 25 Kompetensi Dasar bagi kader Posyandu binaan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) PAMA.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas kader sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 24 Juni 2026 ini diikuti oleh sebanyak 49 kader Posyandu yang berasal dari Posyandu Permata Ibu 1 RW 005, Posyandu Perintis Harapan 1 RW 007, Posyandu Harapan 4 RW 008, dan Posyandu Kasih Ibu 2 RW 012. Keempat Posyandu tersebut merupakan Posyandu binaan CSR PAMA yang secara konsisten mendapatkan pendampingan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Perwakilan Manajemen PAMA menyampaikan bahwa pemberdayaan kader Posyandu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui program-program CSR di bidang kesehatan.

"PAMA percaya bahwa pembangunan masyarakat yang sehat dimulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat komunitas. Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang memiliki peran besar dalam mendukung kesehatan ibu, anak, remaja, hingga lansia.," ujar perwakilan Manajemen PAMA.

Dalam kegiatan ini, para kader mendapatkan pembekalan mengenai 25 Kompetensi Dasar Posyandu sebagai bekal dalam menjalankan peran dan fungsinya di masyarakat.

Materi yang disampaikan mencakup keterampilan pengelolaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), peningkatan kapasitas dalam memberikan pendampingan kepada ibu hamil dan ibu menyusui, pelayanan dasar bagi kelompok usia produktif dan lanjut usia, pelayanan kesehatan bagi usia sekolah dan remaja, serta layanan dasar bagi bayi dan balita.

"Melalui materi yang komprehensif tersebut, para kader diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, berkualitas, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada setiap tahapan siklus kehidupan," imbuhnya.

Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk dukungan PAMA terhadap penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kader Posyandu memiliki peran yang sangat penting sebagai penghubung antara fasilitas kesehatan dengan masyarakat, sehingga peningkatan kompetensi kader menjadi langkah strategis dalam mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, mandiri, dan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

Melalui pelaksanaan pelatihan ini, PAMA berharap para kader Posyandu dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjadi agen perubahan dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan masing-masing.

Sejalan dengan semangat perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat, PAMA akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin