PAMA dan IMM Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tihi-Tihi melalui Intensifikasi Budidaya Rumput Laut
Jakarta, TAMBANG - PT Pamapersada Nusantara (PAMA) bersama PT Indominco Mandiri (IMM) memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir di Kampung Tihi-Tihi, Kelurahan Bontang Lestari, melalui program Intensifikasi Budidaya Rumput Laut.
Program ini merupakan bagian dari komitmen kedua perusahaan dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal sekaligus membangun kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Tihi-Tihi merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki potensi pengembangan rumput laut. Kondisi perairan yang relatif tenang, kualitas air yang mendukung, serta pengalaman masyarakat dalam membudidayakan rumput laut menjadi modal penting bagi pengembangan komoditas tersebut sebagai sumber penghasilan masyarakat.
Program yang telah berjalan sejak 2023 ini mencakup optimalisasi lahan budidaya, seleksi bibit unggul, penyediaan sarana pendukung, serta pendampingan bagi pembudidaya dan pelaku UMKM. Hingga saat ini, terdapat 22 UMKM budidaya rumput laut dan 17 UMKM kuliner yang menjadi binaan CSR PAMA-IMM.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan basic mentality owner, peningkatan keterampilan budidaya, pengelolaan usaha, hingga pengembangan dan pemasaran produk olahan.
Project Manager PT Pamapersada Nusantara District Indominco (PAMA INDO), Dwi Setyono, mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan memiliki sumber penghidupan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menciptakan masyarakat yang mandiri, termasuk dalam menghadapi masa pascatambang. Budidaya rumput laut memiliki potensi ekonomi yang besar karena masa panennya relatif singkat, sekitar 45 hari. Dalam satu kali panen, petani dapat menghasilkan rata-rata 1–2 ton rumput laut basah. Potensi ini perlu dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Dwi dalam keterangannya, dilansir Kamis (20/8).
Menurutnya, dukungan PAMA dan IMM tidak berhenti pada penyediaan sarana dan prasarana, seperti drum, tali, dan alat pencetak, tetapi juga diperkuat melalui pendampingan oleh Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB). Pendekatan tersebut mendorong hasil budidaya memiliki nilai tambah melalui pengembangan produk olahan, di antaranya Borneo Sea Bites, amplang, stik, dan dodol rumput laut.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Syamsu Wardi, mengapresiasi kolaborasi PAMA dan IMM dalam mengembangkan potensi ekonomi pesisir Tihi-Tihi.
Ia berharap program tersebut terus berkembang, termasuk melalui potensi wisata edukasi rumput laut yang mengintegrasikan proses budidaya hingga pengolahan produk UMKM.
Hal senada disampaikan Lurah Bontang Lestari, Muhammad Akbar Aditya, yang mengapresiasi konsistensi PAMA dan IMM dalam mendampingi masyarakat. Menurutnya, sinergi perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat telah memberikan manfaat nyata, tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui program ini, PAMA dan IMM berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan UMKM, serta pemanfaatan potensi pesisir secara bertanggung jawab.