OJK Akan Wajibkan Perusahaan Tambang Lepas Saham Perdana di Bursa Indonesia

Padang – TAMBANG. Otoritas Jasa Keuangan mengimbau agar perusahaan tambang asing yang memiliki konsesi di Indonesia,juga mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini akan memberikan kesempatan lebih luas bagi investor domestik untuk memiliki andil dalam perusahaan tersebut.   “Kita memang berharap perusahaan yang ada di Indonesia, yang memang asetnya di Indonesia, kalau mau Initial Public Offering (IPO) ya selayaknya di Indonesia dulu baru kemudian di tempat lain,” ungkap Nurhaida, Kepala Pengawas Eksekutif Pasar Modal OJK, di Padang, Selasa (10/6).   Namun diakuinya bahwa saat ini memang belum ada aturan yang mewajibkan perusahaan tambang untuk melakukan IPO di Indonesia.   “Ketentuan itu secara tertulis belum ada, tapi kami sedang membahas bagaimana ketentuannya mengharuskan mereka untuk IPO di Indonesia,” kilahnya.   Kekayaan cadangan mineral dan batu bara Indonesia memang menarik minat investor dari berbagai penjuru dunia. Perusahaan tambang yunior atau induk perusahaan tambang besar biasanya sahamnya tercatat di bursa Amerika Serikat, Kanada, atau Australia. Konsesinya ada di Indonesia, namun tak banyak yang melakukan pendaftaran bentuk perseroannya di BEI.  

Artikel Terkait

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

Jakarta, TAMBANG – Indonesia perlu mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar merespons keadaan darurat menjadi membangun resiliensi masyarakat secara berkelanjutan. Perubahan paradigma tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kompleksitas risiko bencana yang kini berkembang menjadi risiko sistemik. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya

By Rian Wahyuddin
Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Jakarta, TAMBANG – Tekanan biaya operasional (operational expenditure/opex) mendorong industri pertambangan untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus selalu menambah aset. Dalam kondisi tersebut, keandalan alat berat dan pengelolaan perawatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga efisiensi operasi. Hal ini menjadi salah satu perhatian Castrol CRB Mining dalam ajang Mining Indonesia

By Rian Wahyuddin