Newmont, Bersih-Bersih untuk Beresi Utang

Newmont, Bersih-Bersih untuk Beresi Utang
Cripple Creek & Victor Gold Mining Company. Aug 2014. 8125229
  JAKARTA, TAMBANG. RAKSASA perusahaan tambang Newmont  menyelesaikan penjualan 19,45% sahamnya di Regis Resources Ltd, Australia, dengan nilai US$ 182 juta. Penjualan itu dilakukan perseroan untuk mengurangi beban utang. Saham itu dijual kepada lembaga investasi dari seluruh dunia.   Penjualan saham itu membuat Newmont bisa bernapas sedikit lebih lega. Newmont telah menjual sekitar US$ 1,9 miliar aset di luar bisnis utama, sejak pertengahan 2013. Langkah ini membuat Newmont memiliki dana segar untuk investasi baru, meningkatkan produksi di tambang yang menguntungkan, serta meningkatkan nilai saham.   Meski demikian, harga saham Newmont belum stabil. Akhir pekan lalu turun 2,4% menjadi $26,68 per lembar.   Harga saham Newmont digerus oleh laporan keuangan kuartal ke-4 tahun  2015 yang warnanya masih merah. Newmont dihantam oleh rendahnya harga emas dan tembaga. Penerimaan turun dua digit.   Lembaga riset saham Zack Equity menilai, Newmont membuat kemajuan dalam hal proyeksi pertumbuhannya. Langkah Newmont mengakuisisi tambang emas Cripple Creek & Victor, Colorado, Amerika Serikat, dengan nilai US$ 820 juta, dinilai sebagai langkah brilian.   Berbagai langkah yang dilakukan Newmont  membuat utangnya berkurang hampir 6%, menjadi US$ 6,09 miliar, pada akhir 2015. Newmont membayar cicilan $200 terhadap utangnya sekarang, dan mengeluarkan $250 juta untuk proyeknya di Ghana dan Indonesia. Diperkirakan, situasi keuangan Newmont pada 2016 akan membaik.   Meski demikian, Newmont masih diombang-ambingkan oleh rendahnya harga emas dan tembaga. Runtuhnya harga minyak, menguatnya nilai dolar, telah mempengaruhi harga emas dan tembaga. Nilai emas turun 11% pada 2015. Ini membuat penerimaan Newmont berkurang 9% pada kuartal empat  tahun lalu.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin