Musibah AirAsia: Mencari Puing Berikutnya

Musibah AirAsia: Mencari Puing Berikutnya

JAKARTA—TAMBANG. SETELAH lokasi puing pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan, hari ini konsentrasi tim pencari adalah menemukan puing-puing yang lebih banyak, serta menemukan korban. Tentu kita semua berharap, ada mukjizat Tuhan yang menyelamatkan para penumpang. Namun kita pun juga harus bersiap bila yang terjadi adalah sebaliknya.

Tatkala di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa sore kemarin, Presiden Jokowi memerintahkan agar pencarian dilakukan terus, sehingga Rabu ini seluruh korban bisa ditemukan.

Di Ancol Timur, pagi ini kapal survei MV MGS diberangkatkan menuju lokasi. Kapal itu milik PT Mahakarya Geo Survey, sebuah perusahaan survei laut terkemuka di Indonesia. Keberangkatan kapal MGS merupakan hasil kerjasama antara PT Mahakarya Geo Survey dengan berbagai organisasi survei: Ikatan Surveyor Indonesia, Asosiasi Kontraktor Survey Laut Indonesia, Ikatan Alumni Geodesi ITB, Pageo, Bintang Subsea, Sea Scape, dan Fugro.

Kapal ini dilengkapi dengan scan sonar dan multibeam echo sounder. Alatnya bisa menyisir kedalaman laut hingga 1.500 meter, dengan lebar sapuan 500 meter. Alat ini terutama akan ditugaskan untuk mencari kotak hitam, yang kemungkinan tercecer di dasar laut. Dasar Selat Karimata diperkirakan kedalamannya sekitar 25-40 meter.

Ada dua data yang harus diketemukan untuk mencari tahu penyebab kecelakaan, yaitu perekam suara dan perekam gerakan pesawat.

Tentara Nasional Indonesia pagi ini akan menambah pasukan penyelamnya di lokasi. Kemarin, TNI sudah mengerahkan 21 penyelam dari Pasukan Katak TNI Angkatan Laut. Hari ini, sebanyak 47 ahli selam dari TNI Angkatan Darat akan dikirim. ‘’Pokoknya secepatnya para korban harus ditemukan,’’ kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

Foto: CEO AirAsia, Tony Fernandez, berbicara dengan keluarga korban di Bandara Juanda. Sumber foto: theguardian.co.uk

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin