Meski Didemo, JK Tegaskan PLTU Batang Tetap Jalan

Meski Didemo, JK Tegaskan PLTU Batang Tetap Jalan

Batang - TAMBANG. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengunjungi lokasi pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah. Kehadirannya disambut pula oleh aksi penolakan warga, yang memang menentang pembangunan PLTU tersebut. Namun JK tegas menyatakan bahwa pemerintah akan tetap melanjutkan dan membangun proyek kelistrikan ini.

Menurutnya, kebutuhan akan listrik yang naik 15% per per tahun harus bisa dipenuhi. Bila pembangunan pembangkit berskala besar seperti PLTU Batang dihalangi, ancamannya adalah krisis listrik.

"Kalau kondisi ini dibiarkan terus, saya perkirakan pada tahun 2018 akan terjadi krisis listrik dan pemadaman bergilir di Pulau Jawa. Karena itu, PLTU Batang harus tetap dibangun,” tandas JK, Kamis (4/12).

PLTU Batang yang direncanakan berkapasitas 2 x 1.000 MW ini telah ditetapkan sebagai bagian dari proyek listrik 35 ribu MW yang dicanangkan pemerintahan Jokowi selama 5 tahun ke depan. Nilai investasi pembangunan PLTU ini mencapai US$ 4 miliar atau setara Rp 48 triliun.

Pembangunan PLTU Batang tersendat karena adanya penolakan warga dan kendala pembebasan lahan. JK mengaku memahami kekhawatiran warga, dan menekankan bahwa pembangunan PLTU ini diharapkan tidak justru merugikan masyarakat setempat.

"Seharusnya bupati harus memberikan penjelasan pada warga yang merasa takut terhadap dampak PLTU," ujarnya.

Terkait percepatan proses pembebasan lahan, pemerintah pun telah menugaskan PT PLN (Persero) untuk segera membebaskan sisa lahan. UU No 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum dijadikan dasar bagi PLN untuk mengemban tugas tersebut. Dari total kebutuhan lahan sebanyak 226 hektar, masih tersisa 13% lagi yang harus dibebaskan.

"Pemda Batang akan berusaha dan memastikan bahwa masyarakat pemilik lahan menjadi pihak yang paling diuntungkan dengan proyek ini. PLTU Batang akan menjadi penggerak ekonomi baru di Batang," ujar Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, yang hadir pula dalam kesempatan tersebut.

Sementara itu, pihak Bhimasena Power Indonesia sebagai pengembang juga berkomitmen untuk menuntaskan proyek ini, sesuai kesepakatan yang telah dilakukan dengan PLN.

"Kami siap untuk membangun proyek ini, sejalan dengan upaya pemerintah dan PLN membebaskan sisa lahan. Kami juga akan memaksimalkan potensi daerah Batang dalam pembangunan proyek PLTU ini," pungkas Presiden Direktur BPI, Muhammad Effendi.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin