Menteri ESDM: Simbara Cegah Manipulasi Pembayaran PNBP Badan Usaha Pertambangan

Menteri ESDM: Simbara Cegah Manipulasi Pembayaran PNBP Badan Usaha Pertambangan
Pembongkaran batu bara di pelabuhan Lekir Bulk Terminal, Malaysia. Sumber: The Star.

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyebut bahwa Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga (Simbara) dapat mencegah hilangnya potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari transaksi penjualan mineral maupun batu bara. Hal itu dikatakannya saat Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI pada Rabu, (13/4).

“Sebelum adanya Simbara, sistem dan data antara kementerian dan lembaga selama ini belum terhubung atau terintegrasi dari hulu ke hilir masih terdapat perbedaan data antara kementerian dan lembaga sehingga dapat memunculkan potensi kehilangan penerimaan negara dari tansaksi penjualan minerba,” ungkapnya, dikutip Kamis (14/4).

Menurut Arifin, sebelum ada Simbara, potensi hilangnya PNBP sangat terbuka. Seperti sering ditemukan kode billing Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) sebagai bukti pembayaran PNBP yang digunakan berulang-ulang untuk transaksi yang berbeda

“Sebagai contoh, ditemukannya kode billing NTPN sebagai bukti pembayaran PNBP yang digunakan berulang-ulang untuk transaksi yang berbeda. Melalui Simbara, data dari hulu ke hilir akan terhubung menjadi data nasional yang mampu memberikan konfirmasi, validitas transaksi minerba,” ungkapnya.

Simbara dibuat sebagai upaya optimalisasi pengelolaan sumber daya alam serta mengurangi dan memperbaiki ketidaksinkronan data dan tata kelola sumber daya alam. Di samping itu, Simbara juga diluncurkan setelah memperhatikan hasil kajian KPK yang menyatakan bahwa ada perbedaan data sumber daya alam dari hulu ke hilir.

“Dengan adanya Simbara diharapkan data sistem pengelolaan batubara mulai dari hulu sampai hilir terintegrasi sehingga data minerba menjadi tunggal atau sama di mana saja dan akurat untuk meyakinkan bahwa penerimaan negara telah dipenuhi,” beber Arifin.

Simbara sendiri telah dilaunching pada tanggal 8 Maret 2022 sebagai hasil kolaborasi antara Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan dan Bank Indonesia. Inovasi ini juga didukung dan disupervisi oleh Kemenko Bidang Maritim dan Investasi serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sinergi ini diharapkan akan menjawab kebutuhan pada era digitalisasi melalui ekosistem yang terintegrasi antara sistem lembaga terkait pengelolaan dan pengawasan minerba,” ungkapnya.

Artikel Terkait

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

Jakarta, TAMBANG - PT Putra Perkasa Abadi (PPA) bersama PT Adaro Indonesia terus memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program operasi katarak gratis bagi 131 masyarakat Tabalong. Program yang merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT

By Rian Wahyuddin
PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

Kutai Timur, TAMBANG – Komitmen PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Jobsite KPCS dalam mendukung pelestarian lingkungan terus dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan terhadap komunitas lokal. Salah satunya melalui dukungan terhadap Komunitas Alien Mangrove Kutai Timur, yang saat ini mengelola pusat pembibitan mangrove dengan kapasitas mencapai 12.000 bibit per tahun. Kegiatan monitoring

By Rian Wahyuddin
Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mencari solusi atas persoalan tata kelola pertimahan di Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, menggelar rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi

By Rian Wahyuddin