Menteri Arifin Sebut Biaya EBT Bisa Capai USD 1 Triliun

Menteri Arifin Sebut Biaya EBT Bisa Capai USD 1 Triliun
PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan (Sumber Foto: Facebook Resmi Presiden Joko Widodo)

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyebut pemerintah membutuhkan suntikan dana hingga USD 1 triliun pada 2060 untuk program energi baru dan terbarukan (EBT). Karena itu, dirinya mengajak mitra bisnis dan lembaga keuangan untuk ikut berkolaborasi membantu pembiayaan transisi energi ini.

“Kami mengajak kepada investor, lembaga pembiayaan, industri dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan kolaborasi untuk mendukung transisi energi untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060,” ujar Arifin dalam keterangannya, Kamis (13/10).

Tak hanya itu, kebutuhan pembiayaan transisi energi juga menurut Arifin akan semakin meningkat seiring dengan diterapkannya pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kata dia, pemberhentian PLTU membutuhkan biaya besar karena kewajiban membayar kembali pinjaman dan bunga kepada pengembang.

“Pembiayaan transisi energi semakin meningkat karena kami akan menerapkan pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara yang membutuhkan biaya besar untuk membayar kembali pinjaman dan bunga kepada pengembang,” lanjut Arifin.

Meski begitu, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah perlindungan sosial dalam rangka transisi industri dari penghentian pembangkit listrik tenaga batubara ke EBT ini.

Salah satunya dengan memberikan pelatihan untuk pekerja terimbas agar dapat mempersiapkan peralihan dari industri pertambangan ke energi pembaruan.

“Kami juga membutuhkan dana tambahan untuk memberikan pelatihan kepada pekerja sektor pertambangan agar dapat beralih ke energi bersih dan terbarukan,” bebernya.

Sebagai informasi, Indonesia telah menetapkan roadmap transisi energi untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060. Roadmap ini bertujuan untuk mencapai lebih dari 700 gigawatt energi terbarukan dalam bauran energi yang berasal dari matahari, hidro, panas bumi, serta hidrogen dan nuklir. 

Artikel Terkait

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin