Menko Luhut: Insentif Motor Listrik Berlaku Hari Ini, Mobil 1 April

Menko Luhut: Insentif Motor Listrik Berlaku Hari Ini, Mobil 1 April
Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemberian insentif Rp7 juta untuk motor listrik mulai berlaku hari ini, Senin (20/3). Sementara bantuan untuk mobil listrik akan diumumkan pada 1 April mendatang. “Kebijakan program bantuan pemerintah untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) baik roda dua motor baru maupun motor konversi, sudah dapat diluncurkan. Untuk KBLBB roda empat termasuk bus program yang kami sebut insentif fiskal akan diluncurkan pengumuman kebijaksanaannya tepat tanggal 1 April,” ujar Luhut dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/3). Luhut pun membeberkan alasan penundaan pemberian insentif untuk kendaraan rida empat itu. Katanya, masih ada kajian yang harus dibahas secara utuh khususnya mengenai bus yang nilai TKDN-nya belum mencapai 40 persen. “Jadi tanggal 1 April itu masih ada yang perlu kami selesaikan yaitu mengenai bus. Bus ini rata-rata local content- nya belum sampai 40 persen,” ungkapnya. “Tapi bus ini berkontribusi sangat banyak terhadap lingkungan. Secara bertahap Kemenperin akan mendorong itu,” imbuh dia. Menurut Luhut, program pemberian insentif fiskal ini sebagai upaya pemerintah untuk mensiasati harga kendaraan listrik yang terbilang mahal. Padahal, efek dari pemakaian motor listrik tersebut sangat banyak seperti menekan emisi gas rumah kaca (GRK), membantu pemenuhan komitmen net zero emission, menekan impor BBM dan memberikan kualitas udara lingkungan yang lebih baik. “Kami menyadari bahwa harga KBLBB di Indonesia saat ini masih cukup mahal bagi sebagian masyarakat. Dengan adanya bantuan ini masyarakat diharapkan memperoleh KBLBB dengan harga terjangkau dan mendorong adopsi KBLBB,” bebernya. Menteri keuangan Sri Mulyani menyatakan selain memberi insentif untuk konsumen, pemerintah juga menyediakan sejumlah insentif bagi para produsen. Salah satunya pemberian tax holiday selama 20 tahun. “Insentif yang diberikan dari sisi fiskal untuk memperkuat ekosistem KBLBB adalah pertama tax holiday hingga 20 tahun. Ini sesuai dengan nilai investasinya untuk industri pembuatan kendaraan bermotor dan komponen utamanya,” ujar Sri Mulyani dalam kesempatan yang sama. Kebijakan ini juga berlaku untuk industri pendukung termasuk dari hasil olahan tambang, seperti besi baja, nikel hingga pabrik peleburan atau smelter. “Juga untuk industri logam dasar hulu besi baja, atau bukan besi baja atau turunanya yang terintegrasi termasuk smelter nikel dan produksi baterai,” tegasnya.

Artikel Terkait

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah mendorong subsektor mineral dan batubara (minerba) untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

By Egenius Soda
Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin