Medco Terbitkan Obligasi Senilai US$ 500 juta

Medco Terbitkan Obligasi Senilai US$ 500 juta
Jakarta-TAMBANG, PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perusahaan”) mengumumkan keberhasilan penerbitan obligasi 7NC4 144A / Reg S sebesar US$ 500 juta dengan kelebihan permintaan sebanyak delapan kali, tenor tujuh tahun serta kupon sebesar 6,75%. Moody’s telah menaikkan peringkat B2 emiten dari Positif menjadi Stabil, sementara Fitch dan Standard & Poor’s menegaskan kembali peringkat B Stabil bagi emiten. Perusahaan akan menggunakan dana dari obligasi ini untuk membayar hutang perusahaan. “Permintaan kuat dari para investor obligasi ini mencerminkan realisasi komitmen Perusahaan yang konsisten baik terhadap kinerja operasional maupun rencana deleveraging. Kami berhasil memproduksi minyak dan gas yang lebih tinggi dari yang dianggarkan dan tetap mempertahankan efisiensi biaya serta baru saja melaksanakan rights issue dengan sukses.”tandas Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi Sementara Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, mengaku senang dengan hasil penerbitan obligasi ini, dan juga peningkatan peringkat credit outlook yang mencerminkan kepercayaan pada perusahaan. “Kami akan terus melanjutkan rencana perusahaan demi memberikan keuntungan bagi semua pemangku kepentingan kami,”terang Hilmi.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda