Lifting Minyak RAPBN-P 2015 Disepakati Hanya 825.000 Bph

Lifting Minyak RAPBN-P 2015 Disepakati Hanya 825.000 Bph

Jakarta - TAMBANG. Setelah menempuh proses yang alot, akhirnya Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR, Rabu (28/1) menyepakati angka lifting minyak 2015 sebesar 825.000 barel per hari. Jumlah ini lebih kecil dari yang diusulkan semula, yaitu 849.000 barel per hari.

Usulan itu disampaikan oleh Menteri ESDM, Sudirman Said, dalam awal paparannya. Besaran yang diusulkan adalah hasil review rencana kerja KKKS yang dilakukan pada Desember 2014.

Namun, harga minyak dunia yang terus terperosok memaksa perusahaan KKKS mengubah rencana kerjanya. Perubahan ini mempengaruhi juga target produksi masing-masing KKKS yang akhirnya berdampak pada penurunan lifting minyak nasional.

Pemerintah pun merevisi asumsi lifting minyak dari 849.000 barel per hari, ke kisaran 810.000 - 825.000 barel per hari. Pimpinan rapat dengan anggota dewan itu akhirnya mengetuk palu, dengan menetapkan lifting pada batas atas kisaran asumsi, yaitu 825.000 barel per hari.

"Saya lebih memilih untuk menetapkan yang realistis, tapi bisa dikejar. Daripada tetapkan target setinggi langit tapi tidak tercapai," ujar Sudirman.

Fraksi Golkar, Gerinda, PAN, serta PKB sempat mengungkapkan bahwa angka lifting 815.000 barel per hari cukup realistis. Hal ini menilik pada rata-rata lifting minyak tahun lalu, yangkurang dari 800.000 barel per hari.

Di sisi lain, ada fraksi yang menghendaki kenaikan lifting lebih besar. Fraksi Nasdem yang diwakili Kurtubi menilai sebenarnya lifting bisa saja mencapai 840.000 barel per hari. Angka ini bisa dikejar bila saja pemerintah mau serius memantau perkembangan proyek Banyu Urip.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin