Laju Pasar Asia Masih Melemah

Laju Pasar Asia Masih Melemah
Jakarta, TAMBANG – Laju pasar saham Asia cenderung kembali melemah, setelah pelaku pasar merespon rilis data-data China.   Binaartha Institutional Research pada Rabu (18/4), menganalisis, Nikkei mampu menguat di tengah pelemahan sejumlah indeks saham Asia. Kospi berakhir turun tipis dengan pelemahan saham-saham elektronik meski diimbangi kenaikan saham-saham otomotif.   Pelemahan juga terjadi pada indeks ASX dan sejumlah indeks China. Saham-saham konsumer, properti, hingga keuangan China cenderung terkena aksi jual, setelah pelaku pasar merespon kenaikan tipis pertumbuhan ekonomi China yang bertumbuh 6,8 persen di kuartal pertama tahun ini.   Sementara di zona Eropa, pasca melemah, laju bursa saham Eropa mampu kembali menguat dengan berita-berita positif dari sejumlah emiten. Indeks Pan-European Stoxx naik 0,6 persen dengan dukungan mayoritas saham, terutama saham-saham berbasiskan sumber daya.   Kenaikan dipicu respon positif pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang bertumbuh 6,8 persen. Meski di China, pertumbuhan tersebut tidak terlalu direspon baik namun, pada pasar saham Eropa rilis tersebut cukup memberikan sentimen positif, terutama pada saham-saham komoditas a.l Polymetal, ArcelorMittal, dan Anglo American.   Sementara itu, pergerakan bursa saham AS mampu kembali melanjutkan kenaikannya seiring adanya sentimen positif dari rilis kinerja sejumlah emiten. Saham-saham _consumer discretionary_ dan teknologi mengalami kenaikan setelah sejumlah saham-saham di dalamnya melaporkan progres kinerjanya.   Netflix memimpin kenaikan setelah melaporkan kinerjanya yang sesuai estimasi dan pertumbuhan di atas estimasi penambahan pelanggan. Begitupun dengan UnitedHealth yang merilis kinerja di atas estimasi dan menaikan outlook kinerjanya di 2018.  

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda