Koordinasi Menteri Digelar untuk Wujudkan 35 Ribu MW

Koordinasi Menteri Digelar untuk Wujudkan 35 Ribu MW

Jakarta - TAMBANG. Program pembangkitan listrik 35 ribu MW yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dibahas secara khusus oleh 7 orang menteri terkait. Upaya koordinasi tersebut berkaca dari berbagai persoalan yang selama ini menghambat pembangunan pembangkit listrik.

Rabu (3/12) malam, rapat koordinasi soal proyek kelistrikan itu digelar di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Ketujuh menteri yang terlibat adalah Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago, Menteri BUMN Rini Soemarno, serta tuan rumah Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Dua petinggi perusahaan plat merah terkait juga tampak hadir, yaitu Dirut PLN Nur Pamudji dan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto.

"Kita sedang bersiap untuk mendorong pembangunan 35 ribu MW. Tadi disisir semua, masalah lahan, perizinan, kriminalisasi, penegak hukum, dan permodalan PLN," Menteri ESDM Sudirman Said menceritakan topik bahasan rapat yang berakhir sekitar pukul 10 malam itu.

Pemerintah hendak memastikan bahwa kendala-kendala tersebut tak akan lagi menjadi penghalang. Termasuk di dalamnya soal permodalan bagi PLN yang ditugasi bertanggung jawab membangun kapasitas pembangkitan hingga 12 ribu MW, dari total 35 ribu MW yang ditargetkan. Proporsi tanggungan BUMN itu pun sudah dikurangi dari jumlah yang sebelumnya dipatok pada angka 15 ribu MW. Sementara itu, 23 ribu MW selebihnya akan diserahkan untuk dibangun pihak swasta.

Sudirman menjelaskan bahwa pemerintah akan segera menemui DPR untuk membahas pesetujuan PLN masuk ke dalam skema penyertaan modal negara (PMN). Penambahan modal untuk PLN ini diharapkan bisa menjadi pendorong keberhasilan mencapai tuntutan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas total 12 ribu MW.

Di sisi lain, untuk menggairahkan investasi swasta di sektor listrik, pemerintah juga sedang menyiapkan berbagai instrumen. Selain skema insentif tarif yang menarik, Sudirman juga menjanjikan adanya penyerhanaan izin dan kepastian pasokan gas sebagai salah satu sumber energi pembangkitan listrik.

Masalah lain yang selama ini sering menjadi penghalang adalah soal pembebasan lahan. Untuk target 35 ribu MW yang dibangun selama 5 tahun ke depan, ketersediaan lahan juga sudah dicarikan jalan keluar dengan pemanfaatan aset milik BUMN.

"Tadi juga ada permintaan agar BUMN-BUMN yang memiliki tanah di beberapa tempat, terutama PT Perkebunan Negara, kita harapkan dapat dipakai PLN," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin