Konsorsium ANTAM-IBI-HYD Teken Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Baterai Terintegrasi

Konsorsium PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Industri Baterai Indonesia dan HYD Investment Limited melakukan penandatanganan kerangka kerja sama (Framework Agreement) untuk proyek ekosistem baterai listrik terintegrasi.

Konsorsium ANTAM-IBI-HYD Teken Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Baterai Terintegrasi
Dokumentasi: Kementerian ESDM.

Jakarta, TAMBANG – Konsorsium PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Industri Baterai Indonesia dan HYD Investment Limited melakukan penandatanganan kerangka kerja sama (Framework Agreement) untuk proyek ekosistem baterai listrik terintegrasi.

Penandatanganan kerangka kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBI), Aditya Farhan Arif, bersama Director HYD Investment Limited Liu Jinzheng.

HYD Investment Limited adalah sebuah konsorsium dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan EVE Energy Co., Ltd., serta PT Daaz Bara Lestari Tbk (DBL).

Penandatangan disaksikan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.

"Ini adalah bagian dari negosiasi yang cukup panjang sekali sejak saya masih Kepala BKPM/Menteri Investasi. Waktu itu adalah bagaimana kita mendorong pembangunan realisasi dan membangun ekosistem baterai mobil yang terintegrasi," ungkap Bahlil.

Pemerintah tengah mempercepat program hilirisasi sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen sekaligus mendorong transformasi perekonomian nasional. Salah satu pilar utama kebijakan ini adalah pengembangan pengolahan nikel untuk industri baterai listrik. Sebagai bukti keseriusan pemerintah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyaksikan

Bahlil menegaskan bahwa kepemilikan mayoritas akan dipegang ANTAM sebagai BUMN karena harus memprioritaskan kepentingan negara sesuai Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

"Saya ulangi, arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa dalam rangka pengurangan sumber daya alam, baik sekarang maupun di depan, kita harus memprioritaskan kepentingan negara," ujarnya.

Bahlil mengakui bahwa pengembangan industri ini masih membutuhkan dukungan mitra luar negeri, terutama dalam bentuk transfer teknologi, akses pasar, dan manajemen profesional. Pertemuan dan penandatanganan hari ini dimaksudkan menegaskan semangat kolaborasi, agar realisasi investasi berjalan saling menguntungkan sembari tetap menjaga prioritas kepentingan negara.

Dengan rencana kapasitas produksi baterai listrik mencapai 20 Giga Watt hour (GWh), ekosistem yang dikembangkan diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar di Asia. Estimasi nilai investasi proyek ini mencapai USD6 miliar, dengan potensi penciptaan sekitar 10 ribu lapangan kerja baru. Rencana tersebut akan dirinci lebih lanjut melalui studi kelayakan yang masih disusun.

Proyek ini tidak hanya mendukung pengembangan kendaraan listrik, tetapi juga mendukung pembangkit listrik hijau, termasuk kebutuhan baterai untuk program PLTS 100 GW. "Jadi ini tidak hanya untuk baterai mobil, tapi ini juga di-desain untuk baterai panas surya," kata Bahlil.

Kolaborasi antara investor global Huayou dan EVE Energy dengan perusahaan nasional seperti ANTAM, IBI, dan DBL diharapkan mendorong transfer teknologi sehingga perusahaan nasional kelak bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Bahlil juga menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan daerah dalam membangun ekosistem baterai, yang direncanakan melibatkan pihak-pihak setempat, seperti mitra di Jawa Barat dan pengembangan tambang, smelter, serta pabrik hilirisasi yang akan dibangun di Maluku Utara, tepatnya di Halmahera Timur.

"Jadi kita, Insya Allah ke depan, akan menjadi salah satu pemain terbesar dunia, terkait dengan bahan baku dan baterai mobil untuk menuju kepada energi baru terbarukan," tutup Bahlil.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin