Komisi VII DPR Ungkap Alasan VALE Bersikeras Jadi Pengendali Operasi

Royalti baru
Ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto membeberkan alasan PT Vale Indonesia Tbk (VALE) yang ingin tetap menjadi pengendali operasional Perusahaan meski bukan pemegang saham mayoritas. Setidaknya ada 3 alasan yaitu karena adanya biaya royalti, biaya servis fee dan management fee.

“Saya baru mengerti kenapa PT Vale bersikukuh ingin menjadi pengendali operasional, tadinya saya meraba-raba apakah teknologi, kita dianggap tidak mampu, dan sebagainya, tapi saya mengerti,” ucap Mulyanto dalam Rapat dengar pendapat komisi VII bersama direktur utama MIND ID dan Dirut VALE, Selasa (29/8).”

“Memang dari dulu ada fee yang harus disampaikan pertama royalty fee, services fee dan management fee, itu ternyata barangnya,” beber dia.

Mengetahui hal tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendesak pemerintah agar menguasai 51 persen saham Perusahaan tambang nikel terintegrasi tersebut lewat Mining Industry Indonesia (MIND ID). Jika tidak, lanjut Mulyanto, lebih baik izinnya tidak diperpanjang.  

“Karenanya saya semakin yakin kesimpulan kita harus kepada 51 persen harus dikuasai oleh negara dalam hal ini MIND ID , kalau tidak lebih bagus tidak diperpanjang,” jelas dia.

Pemerintah lewat MIND ID memang berencana menjadi pengendali di Perusahaan tambang asal Kanada tersebut sebagaimana terjadi di PT Freeport Indonesia yang sudah memiliki saham mayoritas.

VALE sendiri sudah memberikan proposal kepada pemerintah dan menyanggupi divestasi saham 14 persen yang berasal dari Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining (SMM). Jumlah ini lebih tinggi dari kewajiban asalnya yakni sebesar 11 persen.

“Vale Canada memberikan kendali operasional kepada PT VALE, direktur operasi dan perencanaan jangka panjang,” ujar PLT Dirjen Minerba, Muhammad Wafid.

Dengan divestasi oleh Vale Canada dan SMM, komposisi pemegang saham PT VALE akan berubah menjadi sebagai berikut:

VALE Canada Limited awalnya 43, 79 persen menjadi 33,29 persen.

MIND ID awalnya 20 persen menjadi 34 persen.

Sumitomo Metal Mining dari 15,03 persen menjadi 11,53 persen

Vale Japan limited 0,54 persen.

Publik 20,64 persen. 

Artikel Terkait

BIPI Lanjutkan Rencana Divestasi Anak Usaha Sektor Batubara

BIPI Lanjutkan Rencana Divestasi Anak Usaha Sektor Batubara

Jakarta,TAMBANG,- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melanjutkan langkah strategis dalam memperkuat portofolio investasinya. Langkah ini sejalan dengan komitmen terhadap pengembangan bisnis energi berkelanjutan. Sebagai bagian dari strategi ini, perusahaan investasi dengan fokus pada infrastruktur energi sedang menjajaki dan berdiskusi dengan beberapa calon pembeli terkait rencana divestasi anak-anak

By Egenius Soda
NHM Dorong Efisiensi dan Inovasi Lingkungan dalam Seminar Nasional ITNY

NHM Dorong Efisiensi dan Inovasi Lingkungan dalam Seminar Nasional ITNY

Jakarta, TAMBANG – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) turut ambil bagian memberikan wawasan strategis mengenai masa depan industri pertambangan khususnya mengenai efisiensi dan inovasi lingkungan. Hal ini disampaikan dalam Seminar Nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-22, pada

By Rian Wahyuddin