Kereta Api Kalimantan Timur Beroperasi 2020

Kereta Api Kalimantan Timur Beroperasi 2020
Ilustrasi rel kereta api.
Ilustrasi rel kereta api.
Jakarta, TAMBANG. PADA 19 November 2015 lalu, pembangunan rel kereta api Kalimantan Timur, pelabuhan, dan techno park diresmikan. Peresmian itu dihadiri oleh Vladimir Yakunin, Presiden Perusahaan Kereta Api Rusia RZhD –Russian Railways, yang khusus datang ke Indonesia. Proyek ini dikerjakan oleh PT Kereta Api Borneo, anak perusahaan Russian Railways.     Senin (11 Januari 2015) kemarin, di sela-sela acara Hari Ulang Tahun ke-59 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, di Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Direktur Utama PT Kereta Api Borneo, Andrey Shigaev mengatakan, kereta api Kalimantan Timur akan beroperasi pada 2020. Proyek yang dirintis sejak 2013 itu, katanya, kini sudah mulai berjalan.   ‘’Dari beberapa tahapan yang sudah dilakukan, bisa saya katakan bahwa pada 2020 kereta api ini bisa beroperasi,’’ kata Andrey sebagaimana dikutip kantor berita Antara.   Proyek pembangunan kereta api ini menelan biaya Rp 72 triliun, dibiayai oleh investor. Kereta api ini akan mengangkut sejumlah komoditas dari Kalimantan Timur, seperti batu bara, hasil migas, dan kelapa sawit.   Panjang relnya 900 kilometer. Jalur pertama rel kereta api dimulai dari Kabupaten Kutai Barat hingga ke kawasan industri Buluminung di Kabupaten Penajam Paser Utara. Jalur kedua dibangun dari Kabupaten Kutai Kartanegara hingga kawasan ekonomi di Kabupaten Kutai Timur. Panjang rel kereta api tersebut tersambung dari sejumlah daerah, antara lain di Kutai Barat sepanjang 80 km, Paser 40 km, Penajam Paser Utara 70 km, dan Balikpapan sepanjang 10 km. Tenaga teknis untuk mengoperasionalkan kereta api dan jaringannya diambil dari tenaga lokal. Saat ini, PT Kereta Api Borneo bersama Pemprov Kalimantan Timur menyekolahkan 350 mahasiswa asal Kalimantan Timur untuk kuliah perkeretaapian ke Rusia. Mereka kelak bekerja di PT Kereta Api Borneo.   Menurut Juru Bicara Russian Railways, Denis Muratov, investasi Kereta Api Borneo ini menguntungkan. ‘’Kami dan bank yang membiayai merasa sangat nyaman. Seluruh investasi akan balik modal dalam waktu enam tahun,’’ kata Muratov.   ‘’Kargo akan diangkut lewat rel menuju pelabuhan, dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur yang kaya sumber daya alam dan mineral,’’ kata Muratov, sebagaimana dikutip Russian Today. Katanya, selama pembangunan proyek rel kereta api ini, akan diciptakan 300.000 lapangan kerja di bidang konstruksi, dan 10.000 lapangan kerja di bidang industri.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin