Keren, OPITO Percayakan Pengembangan Kompetensi Pekerja MIGAS Indonesia Ke PETROTEKNO

Keren, OPITO Percayakan Pengembangan Kompetensi Pekerja MIGAS Indonesia Ke PETROTEKNO
Jakarta,TAMBANG,- Indonesia kembali mendapat mitra baru dalam mewujudkan transisi energi. Negara yang menjadi mitra baru Indonesia tersebut adalah Skotlandia. Ini disampaikan Menteri Bisnis, Perdagangan dan Pariwisata Skotlandia Ivan McKee yang saat ini sedang mengunjungi Indonesia. Untuk diketahui, Skotlandia merupakan negara yang sangat berkeinginan untuk mewujudkan net zero emission sebagai bagian dari transisi energi. Salah satu bentuk kerja sama antara Skotlandia dengan Indonesia dilakukan antara OPITO dari Skotlandia dengan PETROTEKNO dari Indonesia. OPITO sendiri merupakan Lembaga Standarisasi Internasional untuk Pelatihan Pengembangan Tenaga Kerja di bidang Migas dan Energy. Lembaga ini nantinya akan  berkolaborasi dengan PETROTEKNO. Kerja sama ini juga merupakan salah satu wujud peningkatan hubungan bisnis antara Skotlandia dengan Indonesia. “Indonesia dan Skotlandia memiliki target dan agenda bersama yakni mencapai net zero emission. Selamat atas ditandatanganinya Nota Kesepahaman ini. Saya berharap bisa menghasilkan kerja sama yang baik antara keduabelah pihak,” ungkap Menteri Ivan saat menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara OPITO dengan PETROTEKNO. Kedua lembaga ini nantinya akan berkolaborasi dalam memberikan pelatihan bersertifikasi OPITO untuk pelatihan bertemakan Transisi Energi. Kerjasama ini dilakukan  pada Selasa (15/02) di Jakarta. Pada kesempatan yang sama PETROTEKNO juga mendapatkan approval sebagai Lembaga Pelatihan yang PERTAMA dan SATU-SATUnya di Indonesia yang dapat memberikan pelatihan vokasi bersertifikasi OPITO untuk teknis Process Operator, Teknisi Mekanik, Teknisi Elektrik dan Teknisi Instrumentasi. Adapun sertifikasi yang diberikan melalui perlatihan tersebut adalah setara dengan National Vocational Qualification (NVQ) dari UK dan Scottish Vocational Qualification (SVQ) dari Skotlandia. “PETROTEKNO sudah memiliki approval sesuai standar dari OPITO. Hari ini kita rayakan cerita baru dari sebuah kesuksesan Petrotekno menjadi FIRST OPITO APPROVED VOCATIONAL QUALIFICATION Center di Indonesia. Ini merupakan dukungan OPITO terhadap industri Migas dan Energy di Indonesia,” terang Regional QA Manager-Asia Opito,Jeevinder Singh dalam sambutannya. Sementara Direktur Petrotekno Hendra Pribadi menjelaskan posisi kedua lembaga. “Hubungan OPITO dan PETROTEKNO adalah OPITO sebagai badan Akreditasi Internasional dan PETROTEKNO sebagai Lembaga Pelatihan yang terakreditasi oleh OPITO. Pada kesempatan ini OPITO juga mempercayakan lebih lanjut kepada PETROTEKNO untuk pengembangan sumber daya manusia di bidang energi terbarukan,” ucap Hendra. Hendra juga menjelaskan bahwa sebuah komitmen yang dilakukan antara Petrotekno dengan Opito, dimana PETROTEKNO akan menjadi perwakilan OPITO dalam pelatihan transisi energi di Indonesia. “Pelatihan-pelatihan yang ditawarkan akan mencakup mengenai Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), mengenai hydrogen energy, mengenai solar energy, dan lain lain. Di akhir pelatihan peserta akan mendapatkan Vocational Qualification Certifications untuk Transisi Energi dari OPITO, seperti pelatihan Teknis yang bersertifikasi Vocational Qualification untuk Process Operasi dan Maintenance,”jelas Hendra. Hal inilah yang akan ditawarkan oleh OPITO dan PETROTEKNO kepada kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas di Indonesia kedepannya, bagi para K3S migas yang mengarah kepada transisi energi di Indonesia. Dengan pelatihan-pelatihan tersebut, maka para pekerja Migas dan Energy di Indonesia akan mendapatkan kemampuan yang baik yang diakui secara Internasional. Untuk diketahui, PETROTEKNO adalah penyedia pelatihan Operasi, Pemeliharaan dan Konstruksi terkemuka internasional yang berbasis di Indonesia. Produk dan layanan Petrotekno meliputi Pelatihan Teknis, Konsultasi, Magang, Penilaian Keterampilan. Sektor pasar Petrotekno meliputi konstruksi teknik dan banyak industri proses dan manufaktur termasuk minyak, gas, pertambangan, semen, farmasi, pembangkit listrik, dan petrokimia hilir. Semua bidang ini membutuhkan Teknisi Listrik, Instrumentasi, dan Mekanik untuk membangun dan memelihara proses pabrik industri serta Proses Operator untuk menjalankan fasilitas.

Artikel Terkait

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin
Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Jakarta, TAMBANG – PT Patra Logistik terus memperluas cakupan bisnis dan perannya dalam mendukung rantai pasok energi nasional. Kepercayaan PT Pertamina Patra Niaga diwujudkan melalui perluasan pengelolaan distribusi BBM dan LPG di Kalimantan serta pengelolaan distribusi Avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Pada layanan BBM, Patra Logistik yang sebelumnya

By Rian Wahyuddin
Daftar Pemenang Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026

Daftar Pemenang Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026

Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menyelenggarakan Minerba Educreative Competition 2026, sebuah kompetisi kreativitas dan edukasi yang mengajak masyarakat mengenal serta menceritakan dunia pertambangan melalui berbagai bentuk karya inspiratif. Kompetisi ini memberikan ruang bagi pelajar, mahasiswa, guru, wartawan, hingga masyarakat umum

By Rian Wahyuddin