Lewat Program GAS CERDAS, CITA Perkuat Pendidikan dan Kewirausahaan di Lingkar Tambang

Lewat Program GAS CERDAS, CITA Perkuat Pendidikan dan Kewirausahaan di Lingkar Tambang

Jakarta,TAMBANG,- Ada sejumlah tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di wilayah lingkar tambang. Tantangan tersebut tidak selalu berakar pada keterbatasan ekonomi karena berkembangnya ekonomi juga membuat sebagian siswa memilih untuk bekerja. Di sisi lain ada juga faktor perkawinan usia dini hingga kerentanan terhadap masalah sosial lainnya. Ini semua turut mempengaruhi keberlanjutan pendidikan generasi muda.

Keadaan tersebut berpotensi memicu kerawanan putus sekolah sehingga menjadi perhatian PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA). Perusahaan pun menyadari dalam menyikapi kondisi ini, dibutuhkan pendekatan yang holistik dengan menyentuh lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Berangkat dari pemahaman tersebut, Perusahaan tambang bauksit ini menghadirkan Program GAS CERDAS (Gerakan Ayo Sekolah: Ciptakan Edukasi, Relasi, dan Dukungan Anak Sekolah). Program ini menjadi strategi kolaboratif untuk memitigasi kerawanan putus sekolah sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda di wilayah lingkar tambang.

Komitmen tersebut mendapatkan pengakuan melalui Apresiasi Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Badan Usaha Pertambangan Mineral Tahun 2026, di mana CITA ditetapkan sebagai penerima apresiasi Bidang Pendidikan, Kategori Peningkatan Akses dan Partisipasi Pendidikan.

Penghargaan ini diserahkan pada 3 November 2026 dalam rangkaian Minerba Convention & Expo (Minerba Convex) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Direktur PT Cita Mineral Investindo Tbk, Yusak L. Pardede, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan kontribusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis dan operasional, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan masa depan sebuah generasiโ€ ujar Yusak.

Ia kemudian menambahkan, โ€œKami ingin membangun lingkungan yang mendukung anak-anak untuk tetap bersekolah. Melalui GAS CERDAS, kami memiliki harapan untuk ikut membuka jalan agar mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh, mandiri, dan menjadi generasi yang berdaya saing".

Untuk diketahui, GAS CERDAS dikembangkan melalui lima komponen kegiatan yang saling terintegrasi. Pertama, Kelas Inspirasi, sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan membangun motivasi generasi muda agar memiliki pandangan yang lebih luas mengenai pendidikan, cita-cita, dan peluang masa depan.

Kedua, Kelas Parenting, yang memperkuat peran keluarga dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak. Ketiga, Kelas Kewirausahaan, yang bertujuan agar siswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga pengalaman dalam mengelola usaha, bekerja sama, dan memahami proses kewirausahaan secara langsung.

Keempat, integrasi pendidikan berbasis kearifan lokal melalui PUSAKA (Pusat Edukasi Ekologi Berbasis Kearifan Lokal) yang berperan menanamkan nilai kearifan lokal dan kepedulian ekologis di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kelima, penguatan akses pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Bagi masyarakat yang telah terputus dari pendidikan formal,

Salah satu capaian strategis GAS CERDAS adalah penguatan kelembagaan pendidikan melalui kolaborasi CITA bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dalam melahirkan Yayasan Zetha Learning Center. Yayasan ini menjadi pusat pengembangan PKBM dan kelas vokasi di Kecamatan Air Upas.

Pengembangan GAS CERDAS juga ditopang oleh kolaborasi lintas pemangku kepentingan. CITA berperan sebagai penggagas, pendamping, penyedia dukungan pendanaan, serta pelaksana monitoring program. PGRI berkontribusi dalam penguatan dan pengembangan kelembagaan pendidikan nonformal.

Dewan Adat Dayak berperan dalam penyusunan muatan kearifan lokal dan pengembangan modul PUSAKA, sementara Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang mendukung sinkronisasi kebijakan dan pengembangan pembelajaran nonformal.

Bagi CITA, GAS CERDAS merupakan wujud komitmen bahwa kehadiran industri pertambangan perlu berjalan beriringan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasional. Melalui pengembangan pendidikan, penguatan keluarga, pelestarian kearifan lokal, kewirausahaan, serta pembentukan kelembagaan pendidikan nonformal, program ini berupaya memastikan bahwa generasi muda di lingkar tambang memiliki kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan menentukan masa depannya.

Sebab, kontribusi jangka panjang industri tidak hanya tercermin dari sumber daya alam yang dikelola, tetapi juga dari kualitas generasi yang tumbuh dan berdaya di sekitarnya.

Artikel Terkait

ANTAM Raih Apresiasi Minerba 2026, Sabet Lima Penghargaan Pemberdayaan Masyarakat dan Pertambangan

ANTAM Raih Apresiasi Minerba 2026, Sabet Lima Penghargaan Pemberdayaan Masyarakat dan Pertambangan

Jakarta, TAMBANG - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM) kembali mencatatkan prestasi dalam pelaksanaan program keberlanjutan perusahaan. Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional, ANTAM berhasil meraih lima apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam ajang Apresiasi Minerba 2026. Lima penghargaan tersebut terdiri atas empat penghargaan untuk

By Rian Wahyuddin
Perkenalkan Budidaya Kakao ke SMKN Lolayan I, JRBM Sukses Raih Raih Apresiasi ESDM

Perkenalkan Budidaya Kakao ke SMKN Lolayan I, JRBM Sukses Raih Raih Apresiasi ESDM

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang emas nasional PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) terus menunjukkan komitmen pada pemberdayaan masyarakat di lingkar tambang. Salah satunya dengan menyasar para siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Inilah yang akhirnya menghantar perusahaan tambang yang beroperasi di Sulawesi Utara

By Egenius Soda