Kementrian BUMN Siap Pulihkan Kerugian Keuangan, PT Timah Jadi Bagian Perbaikan Tata Kelola

Kementerian BUMN

Jakarta, TAMBANG – Kementerian BUMN menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kebijakan Kolaboratif dalam Optimalisasi Pemulihan Kerugian Keuangan BUMN Terkait Tindakan Korupsi yang berlangsung di Menara Danareksa, Jakarta, Kamis 25 Juli 2024.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Direktur SDM PT Timah Hendra Kusuma Wardana ini menghadirkan Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko KBUMN Nawal Nely dan Kepala Badan Pemulihan Aset Kajagung Amir Yanto.

FGD ini membahas secara komprehensif tentang kebijakan kolaboratif dalam optimalisasi pemulihan kerugian keuangan negara Kementerian BUMN terkait tindak pidana korupsi yang menghadirkan narasumber Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan RI Kuntadi, Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan RI Dr. Emilwan Ridwan, Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kementerian BUMN, Robertus Billitea, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Victor Antonius Saragih mewakili Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H.

Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko KBUMN Nawal Nely dalam sambutannya mengatakan, FGD ini sangat progresif dan harus dibahas secara kompleks karena berkaitan dengan BUMN.

“Ini isu kompleks dan sangat penting dibahas dan dituangkan dalam format kebijakan. Harapan kami dari KBUMN agar hasil FGD ini nanti formulasi kebijakan lintas kementerian untuk membahas pemulihan apabila terjadi kasus kerugian yang secara substansi aset memang milik BUMN,” katanya.

Dirinya menjelaskan, ketika aset BUMN dalam perkara tindak pidana korupsi memang ada kerancuan. Karena posisi Pemerintah harus dilihat dari berbagai sisi yakni sebagai pemilik modal dan juga Pemerintah sebagai penyelenggara pemerintahan.

“Harapan kami  FGD ini bisa menganalisa pemulihan kerugian seharusnya dan sewajarnya masuk ke BUMN yang dirugikan lewat laba ditahan. Kedua, kebijakan yang kita lakukan menjadi KPI masing-masing instansi terlibat dalam proses pemulihan,” ucapnya.

Untuk itu, kata dia perlu pembahasan yang komprehensif terkait hal ini dan dirinya berharap dengan adanya FGD ini dapat menghasilkan kebijakan yang mengatur hal ini.

Sementara itu, Kepala Badan Pemulihan Aset Kajagung Amir Yanto menjelaskan penegakan hukum dalam tindak pidana korupsi hakikatnya tidak hanya pidana tapi juga memikirkan pemulihan kerugian negara.

“Penegakan hukum juga salah satu tujuannya yang paling utama mengembalikan kerugian keuangan negara, walau dihukum tinggi kalau kerugian negara tidak bisa kembali ini kan disayangkan. Dalam korupsi tidak sedikit biaya yang dikeluarkan negara, Kalau bisa kita kembalikan ke negara,” katanya.

Menurutnya, Badan Pemulihan aset akan mengatur terkait hal-hal strategis untuk memitigasi risiko agar bisa memulihkan keuangan negara dari kasus korupsi.

“Semakin lama disimpan kejaksaan semakin turun terutama barang bergerak, walaupun disimpan di rupabasan itu tetap mengurangi nilai. Kita harus mengoptimalkan ini agar nilai ekonomis tidak banyak yang hilang,” sebutnya.

Sekretaris Perusahaan PT Timah, Abdullah Umar mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya Kementerian BUMN untuk melakukan Optimalisasi  Pemulihan Kerugian Keuangan BUMN Terkait Tindakan Korupsi.

“PT Timah mendukung terkait adanya upaya untuk membentuk kebijakan kolaboratif dalam Optimalisasi  Pemulihan Kerugian Keuangan BUMN Terkait Tindakan Korupsi sehingga optimalisasi uang dilakukan dapat memberikan kontribusi yang lebih maksimal kepada negara,” ungkap Abdullah.

Ia menyebutkan, pihaknya juga mengapresiasi upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dalam bingkai perbaikan tata kelola timah di Indonesia.

Abdullah mengatakan, berbagai pihak telah mendukung upaya perbaikan tata kelola timah baik itu Kementerian BUMN maupun lintas kementerian lainnya. PT Timah kata dia berkomitmen untuk melakukan perbaikan tata kelola yang dimulai dengan melakukan pembenahan di internal perusahaan.

Ia optimis dengan adanya dukungan perbaikan tata kelola timah dari berbagai sektor dapat mempercepat upaya perbaikan kinerja perusahaan.

“Dengan adanya optimalisasi pemulihan aset kepada BUMN terkait akan mendukung perbaikan kinerja perusahaan,” ujar dia.

Dalam FGD ini juga terdapat berbagai masukan untuk membentuk kebijakan lintas kementerian agar dapat dilakukan optimalisasi Pemulihan Kerugian Keuangan BUMN Terkait Tindakan Korupsi. 

Artikel Terkait

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

Jakarta, TAMBANG - PT Putra Perkasa Abadi (PPA) bersama PT Adaro Indonesia terus memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program operasi katarak gratis bagi 131 masyarakat Tabalong. Program yang merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT

By Rian Wahyuddin
PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

Kutai Timur, TAMBANG – Komitmen PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Jobsite KPCS dalam mendukung pelestarian lingkungan terus dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan terhadap komunitas lokal. Salah satunya melalui dukungan terhadap Komunitas Alien Mangrove Kutai Timur, yang saat ini mengelola pusat pembibitan mangrove dengan kapasitas mencapai 12.000 bibit per tahun. Kegiatan monitoring

By Rian Wahyuddin
Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mencari solusi atas persoalan tata kelola pertimahan di Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, menggelar rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi

By Rian Wahyuddin