Kejar Proyek 35 Ribu MW, ESDM Ingin Pakai Segala Cara

Kejar Proyek 35 Ribu MW, ESDM Ingin Pakai Segala Cara

Jakarta-TAMBANG. Pemerintahan Jokowi-JK menetapkan proyek kelistrikan 35.000 MW sebagai program prioritas dalam lima tahun ke depan. Kritik pun bermunculan karena pemerintah dianggap belum menyelesaikan mega proyek listrik yang dicanangkan sebelumnya, 2x10.000 MW.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said mengatakan terganjalnya proyek listrik 2x10.000 MW karena masalah lahan dan izin. Ia mencontohkan kasus pembangunan PLTU Batang dengan kapasitas 1000 MW yang terhambat pembebasan lahan.

“Di Batang itu hanya karena masalah membebaskan lahan 2,5 persen saja (proyek) tertunda sampai tiga tahun,” ujarnya di Jakarta, Minggu (1/3).

Maka dari itu, Sudirman berkeinginan untuk membenahi permasalahan yang selama ini menghambat proyek kelistrikan seperti perizinan di pusat dan daerah dengan melibatkan banyak kementerian dan pemerinath daerah (pemda).

Selain itu membenahi proses pembiayaan termasuk kredibilitas para pengembang proyek listrik. Data Kementerian ESDM menunjukkan, dari 14 kontraktor EPC (engineering, procurement, construction), hanya empat perusahaan yang tampil optimal,

“Karena banyak yang berlomba-lomba perang tarif, tapi dalam perjalanannya bermasalah,” ujarnya.

Sudirman juga ingin membenahi koordinasi antarunit. Pihaknya berencana mengeluarkan peraturan menteri (Permen), yang mendorong agar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) lebih cepat dalam melakukan negosiasi. “Perlu koordinasi lintas sektoral dan membentuk payung hukum (lex spesialis) karena ada banyak permasalahan hukum,” pungkasnya.

Pemerintah berencana untuk mengejar pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW dalam lima tahun. Alasannya, ke depan porsi keterlibatan swasta atau independent power producer (IPP) dalam pembangunan pembangkit listrik akan lebih besar daripada yang dikerjakan PT PLN (Persero). Dari 35.000 MW, PLN hanya menggarap 10.000 MW sementara jatah IPP 25.000 MW.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin