Kebijakan HPM Baru Dinilai Bebani Industri, Investor China Sebut Biaya Produksi Nikel Naik 200%

Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia menyoroti kenaikan Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel dan revisi aturan penetapan harga yang diterbitkan Kementerian ESDM yang menyebabkan kenaikan biaya produksi membengkak hingga 200 persen.

Kebijakan HPM Baru Dinilai Bebani Industri, Investor China Sebut Biaya Produksi Nikel Naik 200%
Ilustrasi tambang nikel.

Jakarta, TAMBANG — Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia menyuarakan kekhawatiran terhadap sejumlah kebijakan terbaru pemerintah Indonesia di sektor pertambangan, khususnya terkait kenaikan Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel dan revisi aturan penetapan harganya yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kebijakan tersebut dinilai memicu lonjakan biaya produksi yang signifikan hingga 200% dan berpotensi mengganggu keberlangsungan investasi industri nikel nasional.

Dalam HPM terbaru, bijih nikel untuk pertama kalinya memasukkan unsur kobalt, besi, dan mineral ikutan lainnya ke dalam formula perhitungan harga.

“Pemberlakuan kebijakan secara mendadak ini menyebabkan lonjakan biaya komprehensif bijih nikel hingga 200%,” tulis Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia dalam keterangannya, dilansir Kamis (14/5).

Mereka menilai kondisi tersebut memberikan tekanan besar terhadap perusahaan-perusahaan asal China yang selama ini menjadi salah satu investor dan operator utama dalam industri nikel Indonesia. Kenaikan biaya produksi disebut telah memperbesar kerugian operasional dan menciptakan ketidakseimbangan di sepanjang rantai industri hilir nikel.

“Hal ini tidak hanya akan sangat merugikan proyek-proyek yang telah berjalan, tetapi juga memengaruhi investasi masa depan, ekspor, serta lapangan kerja bagi lebih dari 400.000 orang di sepanjang rantai industri,” tulis mereka.

Selain itu, pelaku usaha juga menilai situasi tersebut dapat melemahkan kepercayaan investor global terhadap industri nikel Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu motor pengembangan hilirisasi mineral nasional.

Meski demikian, perusahaan-perusahaan investasi China menegaskan tetap optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia dan berkomitmen melanjutkan kerja sama bilateral di bidang industri dan perdagangan. Mereka menyebut perusahaan investasi China selama ini menjadi salah satu peserta utama dalam pengembangan kerja sama ekonomi Indonesia-China, khususnya di sektor hilirisasi mineral dan pengolahan logam berbasis nikel.

Namun, mereka juga mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap belum memiliki stabilitas dan kesinambungan. Menurut mereka, standar penegakan hukum di bidang perpajakan, lingkungan hidup, dan kehutanan dinilai belum transparan serta masih membuka ruang diskresi yang terlalu besar.

“Ketika perusahaan menghadapi kesulitan, jalur pengaduan normal justru terhambat, instansi terkait saling melempar tanggung jawab dan menunda respons,” demikian pernyataan Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia.

Mereka juga menyoroti adanya praktik penyelesaian persoalan melalui pihak ketiga dengan biaya tinggi yang dinilai membebani dunia usaha. Kondisi tersebut disebut dapat memengaruhi persepsi investor asing terhadap kepastian hukum dan iklim investasi di Indonesia.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin