Kebijakan DMO untuk Listrik, Keuntungan Pengusaha Menurun

Kebijakan DMO untuk Listrik, Keuntungan Pengusaha Menurun
- Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memanggil beberapa perusahaan batu bara untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (3/4)
Jakarta, TAMBANG – Pasca penetapan kebijakan harga batu bara nasional (Domestic Market Obligation/DMO), sederet perusahaan batu bara di Kalimantan mengaku alami penurunan keuntungan.   “Ada selisih (penurunan keuntungan) USD18 per ton,” kata Presiden Direktur PT Mahakam Sumber Jaya, Eddy Sumarsono, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Selasa (3/4).   Selisih tersebut dihitung berdasarkan jumlah total produksi perusahaan tahun ini sebesar 4,5-5 juta ton, dengan kalori 5400-5500 kkal, equivalennya USD51 per ton.   Hal senada disampaikan juga oleh Direktur Kideco Jaya Agung, Kurnia. Ia mengungkapkan, pihaknya mengalami lost opportunity hingga Rp1,1 triliun.   “Lima tahun terakhir ini kami mensuplai batu bara ke PLN hingga 9 juta ton per tahun,” papar Kurnia.   Hal senada dikatakan, Direktur Hukum PT Berau Coal, Edi Santoso.  Tahun ini margin perusahaannya merosot hingga USD70 juta. Lalu PT Katulistiwa Pesona Nusantara kehilangan laba hingga USD1,6-1,7 juta, dan PT Arutmin Indonesia kehilangan USD67,8 juta.   Sedangkan perusahaan besar seperti PT Antam Gunung Meratus dan PT Adaro Indonesia belum menyebut berapa total lost opportunity atau berkurangnya keuntungan perusahaanya akibat kebijakan DMO itu. Sejauh ini, Antam memberikan 33 persen hasil produksinya untuk memenuhi kebutuhan DMO.   Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII, Herman Khaeron, sedikit membantah dengan memberikan penegasan, kebijakan DMO tidak menyebabkan perusahaan merugi.   “Tapi hanya lost opportunity, dan hanya berkisar 18 persen dari keuntungan berdasarkan market price,” kata Herman Khaeron.  

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin