Kalimantan Masih Butuh Tambahan 1.200 Megawatt

Kalimantan Masih Butuh Tambahan 1.200 Megawatt

Tarakan – TAMBANG. Kalimantan dikenal sebagai pulau penghasil migas dan batu bara. Ironisnya, pulau itu masih butuh tambahan daya 1.200 megawatt (MW) untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga dan industri.

“Sekurang-kurangnya butuh dibangun empat pembangkit dengan kapasitas masing-masing 200 MW atau 300 MW. Maka, kebutuhan listrik rumah tangga terpenuhi, siswa dapat belajar tenang. Kemudian pembangunan itu akan membuka daya tarik investasi,” ujar Andrinof Chaniago, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.

Hal tersebut ia sampaikan di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, dalam diskusi dengan jajaran pejabat daerah di Kalimantan, melalui telekonferensi video, Senin (15/12).

Untuk menunjang percepatan proyek kelistrikan, Andrinof menjanjikan pemerintah pusat akan memangkas birokrasi perizinan, khususnya untuk investasi pembangkit listrik. Pemerintah pusat juga akan bekerjasama dengan pemerintah daerah terkait optimalisasi pembebasan lahan.

Masalah kekurangan listrik ini, bersama dengan permasalahan infrastruktur, menjadi pokok bahasan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Regional Kalimantan, yang digelar tanggal 15 – 16 Desember 2014.

“Kami akan bicarakan masalah antara lain soal perizinan dan pembebasan lahan. Jadi kalau soal pembangunan, dengan reformasi perizinan, komitmen pemerintah pusat tidak perlu lagi diragukan,” tegasnya.

Hasil musyawarah regional tersebut akan menjadi bahan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, yang dijadualkan rampung bulan Januari 2015.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin