Jika Utang Medco Bertambah, Peringkat Akan Turun dari "IdA+"

Jakarta – TAMBANG. Peringkat PT Medco Energi Internasional Tbk (IDX:MEDC) akan diturunkan dari “idA+” jika utang Medco lebih tinggi dari yang diproyeksikan. Medco harus mengimbanginya dengan profil bisnis yang lebih kuat.   Pasalnya, hal itu bisa melemahkan struktur permodalan dan proyeksi arus kas secara berkelanjutan. Apalagi jika harga komoditas terus menurun sehingga rasio utang terhadap EBITDA lebih dari 5x secara berkelanjutan.   Dengan aksi korporaksi yang dilakukan perseroan seperti membeli saham PT Newmont dan akuisisi ladang minyak di blok Natuna, perseroan tidak akan serta merta mendapatkan kenaikan peringkat. “Kami akan melihat terlebih dahulu arus kas perusahaan yang diakuisisi,” ujar Niken Indriarsih, analis Pefindo rabu (29/9).   Niken mengaku masih akan menunggu hasil RUPS yang akan dilaksanakan bulan Oktober mendatang. Kemudian outlook akan direvisi menjadi stabil jika Medco mampu memperbaiki secara signifikan struktur permodalan dan proteksi arus kas secara berkelanjutan.   Saat Medco Energi yang dimiliki oleh Arifin Panigoro menerbitkan surat utang, hasilnya memang tidak terlalu menggembirakan. Investor hanya menyerap 83% obligasi senilai Rp1,25 triliun.   Beberapa waktu lalu, Medco Energi telah mengakuisisi seluruh saham NNT senilai US$2,6 miliar dari Newmont Mining Corporation dan Sumitomo Corporation. Akuisisi dilakukan Medco terhadap PT Amman Mineral Internasional (AMI) yang mengendalikan 82,2% saham NNT senilai US$2,6 miliar. AMI membeli NNT dari Newmont Mining Corporation dan Sumitomo Corporation.   Medco dan AP Investment bekerjasama mengakuisisi saham di AMI dengan dukungan dari tiga bank BUMN, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   Dalam laporan keuangan yang telah diaudit, total utang Medco membengkak 33,26% menjadi US$1,58 miliar dari US$1,18 miliar. Namun Medco belum merilis laporan keuangan pada semester I/2016.

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin