Iveco Truk Berkarakter Geografis Indonesia

Iveco Truk Berkarakter Geografis Indonesia
Jakarta – TAMBANG. Iveco lakukan penetrasi pasar di Indonesia dan optimis dapat merebut pasar Indonesia dengan mendatangkan series terbaru produk Iveco dan Astra. Iveco adalah produsen kendaraan berat asal Italia . Secara geografis Indonesia sangat strategis, memiliki beragam jenis industri membuat Indonesia memiliki pasar yang cukup baik. Untuk kendaraan berat, belum banyak produk yang dapat bekerja secara optimal dengan kondisi geografis di Indonesia dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi produsen alat berat. Iveco sudah berada sejak 15 tahun lalu di Indonesia, selama beroperasi di Indonesia, telah memiliki beragam produk yang sesuai dengan karakter geografis dan jenis kegiatan usaha industri. Salah satunya adalah produk yang dapat menaklukan medan adalah Iveco 682. Truck Heavy Duty Iveco 682 ini dapat melaju dilandasan on-road maupun off-road. Di dukung oleh teknologi Iveco Cursor 9 berkapasitas mesin 8.700 cc, dengan enam silinder. Iveco 682 memiliki mesin inline yang tersedia dalam dua tingkat daya yang berbeda, yakni 345 ps dan 385 ps. Dilengkapi sistem injeksi bahan bakar common rail generasi terbaru, menjamin ketersediaan torsi maksimum dan kinerja mengemudi teratas di semua kondisi. Iveco merupakan merek CNH Industrial NV, pemimpin Dunia di Capital Goods tercatat di Bursa Efek New York (NYSE: CNHI) dan pada Mercato Telematico Azionario dari Borsa Italiana (MI: CNHI). Iveco mendesain, memproduksi dan memasarkan berbagai jenis kendaraan ringan, menengah dan berat, off-road truk, dan kendaraan untuk aplikasi misi off-road. Walaupun belakangan banyak produsen kendaraan berat yang juga melakukan penetrasi pasar di Indonesia, membuat Filippo Lubrano, Truck & Bus APAC Marketing, tidak khawatir. Pasalnya, Iveco memiliki teknologi yang cocok untuk dioperasionalkan di wilayah Indonesia, apalagi di dukung dengan bobot body truk yang lebih ringan sehingga membuat mesin dapat bekerja dengan optimal dan lebih hemat konsumsi bahan bakar. ”Keunggulan Iveco yang kita banggakan adalah kua-litas dan memiliki daya tahan yang kuat, sehingga memiliki usia pemakaian yang lebih panjang. Pelanggan selama ini tidak pernah mengeluhkan peforma Iveco selain memiliki kualitas yang tangguh,” ujar Lubrano. Walaupun kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih belum stabil, Lubrano yakin pasar kendaraan berat masih memiliki peluang di Indonesia baik itu untuk sektor pertambangan maupun konstruksi. Strategi menghadapi tantangan adalah dengan mengoptimalkan kinerja pelayanan purna jual. Pelayanan purna jual yang optimal kepada pelanggan di Indonesia adalah  salah satu kunci keberhasilan Iveco merebut pasar. Termasuk mengoptimalkan dealer di seluruh Indonesia agar pelanggan mendapatkan pelayanan yang terbaik, termasuk memberikan kepastian suku cadang. Inovasi juga terus dilakukan, sesuai dengan kebutuhan pasar di Indonesia. Selain memiliki produk berbahan bakar CNG, salah satu produk yang tengah dipasarkan Iveco adalah Astra HD9. Kebutuhan akan alat berat yang mampu menaklukan medan berat di Indonesia saat ini masih sangat tinggi, terutama bagi perusahaan tambang mineral. Hal inilah yang mendorong Iveco mendatangkan Astra 6×4 ke pasar Indonesia. Masuknya Astra HD9 besutan Iveco ini, telah mencuri perhatian beberapa pelaku usaha dan kontraktor tambang besar di Papua, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Timur. Berdasarkan pengakuan Wisjnu W. Trimulyono, Direktur PT. Chakra Jawara, perusahaan-perusahaan ini beralih menggunakan Astra HD9 karena memiliki ketangguhan untuk melahap medan sulit dengan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Selama ini, lanjutnya, kebanyakan perusahaan ini mengunakan kendaraan berat yang telah dimodifikasi agar dapat bekerja optimal di medan berat. ”Truk yang digunakan di modifikasi dengan menggunakan sasis yang tebal akibatnya, bobot truk menjadi lebih berat. Kalau Astra tidak, karena sudah menggunakan sasis dari steel yang memiliki karakteristik fleksibel dan memiliki durability yang baik,” ungkap Lubrano. Chakra Jawara sendiri adalah distributor utama truk heavy duty di Indonesia, untuk pelanggan yang beroperasi di pertambangan, kehutanan, konstruksi, minyak & gas, termasuk truk kontainer. Saat ini, Chakra Jawara merupakan dealer eksklusif dari Produk CNH Industrial untuk truk dengan merk Iveco – Astra, yang telah memiliki reputasi di dunia sebagai produsen truk berkualitas premium. ”Saat menggunakan Astra HD9 mereka tertarik, apalagi Astra memiliki ketangguhan dan peforma yang kuat. Dibandingkan truk Amerika, Astra HD9 miliki harga yang lebih terjangkau dengan jaminan suku cadang,” katanya. Astra HD9 pertamakali dikenalkan di Indonesia oleh PT Chakra Jawara pada awal 2013 lalu. Produk besutan Iveco ini, didesain sebagai kendaraan angkutan berat. Selain di sektor industri, ketangguhan Astra telah teruji, sebab Astra digunakan sebagai kendaraan militer dan angkutan kendaraan lapis baja atau tank.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Jakarta, TAMBANG – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan kembali digelar pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua agenda yang digelar bersamaan ini akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, hingga

By Rian Wahyuddin
Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin