Iran Bikin Kesepakatan Soal Minyak dengan Indonesia dan Spanyol

  Iran Bikin Kesepakatan Soal Minyak dengan Indonesia dan Spanyol
-PHOTO TAKEN 25JUL05- Gas flares from an oil production platform at the Soroush oil fields with an Iranian flag in the foreground in the Persian Gulf, 1,250 km (776 miles) south of the capital [Tehran], July 25, 2005. Picture taken July 25, 2005.

TAMBANG, JAKARTA. REPSOL, perusahaan energy dari Spanyol menandatangani kontrak dengan BUMN National Iranian Oil Company (NIOC), untuk dapat mengimpor minyak lebih banyak dari Iran.

 

Kantor berita Iran, Tasnim hari ini melaporkan, Repsol akan membeli 1 juta barel minyak untuk pengiriman Juli ini. Penjualan ke Spanyol itu akan membuat ekspor minyak Iran ke Eropa menjadi dua kali lipat. Sebelumnya, perusahaan energi dari Spanyol, Cepsa, juga meneken kesepakatan untuk membeli minyak mentah dari Iran.

 

Ekspor minyak mentah Iran saat ini sudah mendekati volume sebelum pengenaan sanksi, yakni sekitar 2,5 juta barel per hari. Angka itu didapat kantor berita Reuters yang menghubungi para pedagang minyak. Pada 14 Juni, Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh, mengumumkan bahwa ekspor minyak Iran sudah menembus 2 juta barel.

 

Salah satu yang dilakukan Iran untuk menambah produksinya adalah lewat kerjasama dengan perusahaan luar, termasuk Indonesia, yang akan berinvestasi langsung di sumur minyak. Pekan lalu Pertamina mengumumkan akan menandatangani kesepakatan dengan BUMN National Iranian Oil Company untuk menembangkan dua ladang minyak dan blok gas di Iran.

 

Masuknya Pertamina ke Iran merupakan lanjutan dari langkah sebelumnya. Pada Mei lalu, Pertamina membuat perjanjian dengan NIOC untuk membeli 600.000 ton LPG.

Dengan adanya kesepakatan untuk membeli sumur minyak dan blok gas, Pertamina memiliki hak untuk mengakses data terhadap empat blok. ‘’Dua dari empat blok akan dievaluasi berdasar studi awal. Dari empat tersebut, dua blok menjadi prioritas kami,’’ kata Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam.

 

Pertamina berharap bisa mendapatkan produksi 30.000 barel per hari. Belanja modal yang ditargetkan mencapai US$ 5,31 miliar, tahun ini.  Pertamina pernah berminat untuk masuk ke sumur minyak lepas pantai Laleh. Tetapi rencana itu dibatalkan, setelah Iran mendapat sanksi dari PBB.

Artikel Terkait

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Jakarta, TAMBANG - PT Prima Wiguna Parama (Parama Energi) meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan industri energi dan pertambangan tidak hanya dibangun melalui mesin dan infrastruktur, tetapi juga melalui pendidikan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Semangat inilah yang mendorong Parama Energi memperkuat akses pendidikan serta pengembangan kapasitas

By Rian Wahyuddin
Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Jakarta, TAMBANG - Setelah menempuh perjalanan panjang melalui medan pegunungan yang menantang, rombongan Ceria Corp akhirnya menjejakkan kaki di Puncak Gunung Mekongga. Tepat pada 17 Agustus 2026, Merah Putih berkibar di ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadi penanda keberhasilan Ekspedisi Gunung Mekongga sekaligus menghadirkan makna tersendiri dalam

By Rian Wahyuddin