Impor Minyak dari Iran Hadapi Kendala

Impor Minyak dari Iran Hadapi Kendala
Ilustrasi ladang minyak. Sumber foto: www.icofc.ir

Teheran, Iran –TAMBANG. Direktur Internasional Perusahaan Minyak Nasional Iran, Mohsen Ghamsari menjelaskan, diskusi penjualan minyak dari Iran ke Indonesia sudah selesai. Tetapi belum ada kesepakatan final yang dicapai.

Mohsen mengatakan, ada masalah teknis untuk menjual minyak dari Iran ke Indonesia. Kilang minyak yang ada di Indonesia juga harus dicoba lebih dahulu apakah bisa mengolah minyak mentah dari Iran.

Kantor berita Mehr News hari ini memberitakan, karena Iran dewasa ini tengah mendapat sanksi dari Amerika, Indonesia sangat mempertimbangkan hal ini. Karena itu, perjanjian jual beli belum bisa diteken. Jumlah minyak yang mau dijual juga belum ditentukan, tergantung hasil kesepakatan. ‘’Silakan kalau Indonesia mau mengimpor minyak kami. Banyak negara lain yang sudah melakukannya,’’ katanya.

Pemerintah Indonesia sudah mengumumkan kesiapannya untuk membeli minyak dari Iran. Kata Mohsen, penjualan minyak ke Indonesia dilakukan untuk menyambut rencana pemerintah Indonesia yang ingin menambah impor minyak, serta meningkatkan hasil olahan kilangnya.

Indonesia memang tengah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak dari negara tertentu. Selama ini impor minyak olahan sebagian besar berasal dari Singapura.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak, Indonesia tengah berupaya meningkatkan kapasitas kilang minyaknya. Di samping itu, sumber-sumber lain pemasok minyak dijajaki tanpa melewati perantara.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin