Holding BUMN Energi Bisa Percepat Pembangunan Infrastruktur

Jakarta-TAMBANG. Kementerian ESDM mendukung rencana pembentukan holding BUMN di sektor energi , di mana Pertamina akan menjadi induk usaha BUMN tersebut dan PGN menjadi anak usahanya. Rencana ini berarti akan mempercepat pembangunan infrastruktur sektor energi. “Kalau itu dilakukan, kita sangat support karena pembangunan infrastuktur bisa masif. Kalau udah bareng dua-duanya, akan lebih cepat,” ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja di Hotel Dharmawangsa, Rabu (20/4). Wiratmaja mengharapkan agar pembentukan holding BUMN sektor energi dapat dilakukan secepatnya karena sebagai kementerian teknis, pihaknya ingin infrastruktur dapat terbangun. Hingga 2030, Kementerian ESDM rencananya akan membangun infastruktur gas sebesar US$24,8 miliar dengan perincian: pembangunan pipa sebesar US$12 miliar, liquefaction US$1,3 miliar, SPBG US$1,93 miliar, regasifikasi US$6,1 miliar, gas kota sebesar US$2,2 miliar dan LPG US$0,4 miliar. Pekan lalu, Menteri BUMN Rini Soemarno meminta segala urusan terkait peleburan Pertamina dan PGN harus selesai sebelum Lebaran 2016.

Artikel Terkait

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin
Hingga Juli 2026, Samindo Resources  Sukses Catat Overburden Removal Sebesar 21,01 Juta BCM

Hingga Juli 2026, Samindo Resources Sukses Catat Overburden Removal Sebesar 21,01 Juta BCM

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan jasa pertambangan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) sukses mencatat akselerasi kinerja operasional yang solid hingga memasuki paruh kedua tahun 2026. Penguatan operasional ini ditopang oleh kinerja positif pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan, mulai dari pemindahan batuan penutup (overburden removal), produksi batubara (coal getting), hingga pengangkutan

By Egenius Soda