Hingga Semester I 2022, Produksi Batu Bara Adaro Mencapai 28,01 Juta Ton

Hingga Semester I 2022, Produksi Batu Bara Adaro Mencapai 28,01 Juta Ton
ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – PT Adaro Energy Indonesia (ADRO) mencatat kinerja positif selama enam bulan pertama 2022. Emiten pertambangan itu berhasil memproduksi batu bara sebesar 28,01 juta selama satu semester tersebut.

Dilansir dari keterbukaan informasi, angka ini naik sebesar 6 persen dibanding tahun lalu pada periode sama yang sebesar 26,49 juta ton. Saat ini, perusahaan masih mempertahankan target produksi FY22 pada kisaran 58–60 juta ton.

Penjualan batu bara termal maupun metalurgi tetap berada pada posisi yang tinggi. Hingga semester satu 2022, penjualan batu bara naik 7 persen atau menjadi 27,49 juta ton.

Sementara pada tahun 2021 periode sama penjualan hanya mencapai 25,78 juta ton. Porsi penjualan produk batu bara dengan CV menengah di periode ini mencapai 77%.

Sementara fase komisioning PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) telah dimulai dan beberapa pengujian untuk mempersiapkan Tanggal Operasi Komersial (COD) telah dilakukan. Dijelaskan bahwa sebelum pemberlakuan masa embargo resmi, pembeli dari Eropa telah banyak mengambil kargo alternatif demi menjauhkan diri dari batu bara Rusia.

Karena hal tersebut, pengiriman dari Australia ke Eropa pada kuartal dua ini naik melebihi empat kali lipat volume kuartal satu 2022. Sedangkan pengiriman Kolombia ke Eropa pada 2Q22 naik melebihi dua kali lipat volume 1Q22.

Akibatnya, stockpile batu bara ARA Eropa hampir mencapai kapasitas penuh, melonjak sampai sekitar 7-8 juta ton pada akhir Juni 2022 dari 3 juta ton pada awal April.

Sementara itu, para pembeli dari wilayah Jepang, Korea Selatan dan Taiwan bersaing untuk mendapatkan kargo batu bara Newcastle demi memenuhi permintaan musim panas, sehingga menyumbangkan kenaikan 4% terhadap penjualan batu bara termal Australia pada 1Q22.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin