Hingga Kuartal I, SKK Migas Catatkan PNBP Rp62 Triliun

Bahlil Migas
Ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – Catatan apik kembali diraih Satuan Kerja Khusus Kegiatan Pelaksanaan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas). Kali ini lembaga yang bergerak di bidang energi tersebut mampu memberi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar USD 4,4 miliar atau sekitar Rp 62 triliun hingga kuartal I. Angka ini setara dengan 44 persen dari target tahun ini yang sebesar USD 9,95.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, kenaikan dipengaruhi oleh beberapa hal seperti meningkatnya harga minyak mentah dunia, membaiknya Pandemi Covid 19 serta meredanya invasi Rusia atas Ukraina.

Menurutnya, harga rata-rata brent minyak bulan Maret mencapai USD 112,4 per barel. Bahkan, kata dia, harga tersebut sempat menyentuh USD127,98 per barel pada tanggal 8 Maret 2022.

“Penerimaan negara cukup besar. Sudah mencapai 44 persen dari target setahun. 4,4 miliar dolar dari target 9,95 miliar dolar AS,” kata Dwi dalam konferensi pers, Jumat (22/4).

Dwi lantas menambahkan bahwa sepanjang tahun 2022 hingga 2023, harga minyak dunia diperkirakan masih tinggi, di atas USD 100 per barel.

Di sisi lain, kenaikan juga terjadi pada sektor gas. Dwi menjelaskan, harga gas global mengalami peningkatan hingga di atas USD 25 per Million British Thermal Unit (MMBTU).

“Untuk jangka panjang, diperkirakan harga gas asia masih mendekati USD10 per MMBTU atau lebih tinggi dari Eropa dan Amerika Serikat,” jelas Dwi.

Dwi kemudian menjelaskan, pihaknya berhasil mencapai lifting minyak sebesar 611,730 ribu barel minyak per hari (BOPD) atau sekitar 87 persen dari target nasional yang mencapai 703 BOPD. Angka ini nyaris mendekati capaian pada tahun 2021 yang sebesar 660,295 BOPD.

Sementara, capaian lifting gas hingga kuartal satu ini sudah mencapai 5,321 standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau sekitar 91,7 persen dari target tahun ini yang sebesar 5.800 MMSCFD.  

Artikel Terkait

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah mendorong subsektor mineral dan batubara (minerba) untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

By Egenius Soda
Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin