Hilirisasi: ESDM Akui Koordinasi Antar Lembaga Lemah

Hilirisasi: ESDM Akui Koordinasi Antar Lembaga Lemah
Jakarta-TAMBANG. Upaya Indonesia untuk menumbuhkan industri hilir sektor pertambangan bukan hanya terhambat minimnya sumber energi listrik dan infrastruktur penunjan namun juga terhambat dalam proses perizinan dan kepastian hukum. Sebagai contoh, perusahaan tambang yang ingin membangun smelter biasanya akan memilih lokasi dekat laut agar memudahkan proses pengapalan hasil produksi olahannya.   Untuk membangun pelabuhan fasilitas pengapalan, perusahaan harus mendapatkan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan agar tidak melanggar zona khusus ekonomi yang ditetapkan 0-4 mil dari garis pantai. Sementara itu pihak KKP sendiri hingga kini belum memiliki peta wilayah mana saja yang termasuk dalan zona tersebut. Hal ini membuat investor ragu untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia khususnya di sektor hilir. Kasubdit Pengawasan Operasi Produksi dan Pengawasan Mineral, Kementerian ESDM, Syamsu Daliend mengakui bahwa koordinasi antara lembaga pemerintah untuk menjamin kepastian hukum bagi investor masih lemah. Ia menilai masing-masing lembaga masih sering mendahulukan ego sektoralnya sehingga sulit untuk mempercepat investasi di dalam negeri.   “Pemerintah juga harus paham bagaimana susahnya pengusaha cari duit. Kalau memang bisa dipermudah kenapa harus dipersulit. Ke depan inilah yang ingin kami perbaiki,” kata Syamsu dalam dialognya bersama media di Jakarta, Kamis (6/8).   Kesulitan investor untuk mendapatkan izin dan kepastian hukum dari pemerintah juga diungkapkan oleh anggota Perhapi, Budi Santoso. Ia membagi pengalaman sejawatnya yang akhirnya menyerah lantaran tidak bisa juga mendapatkan IPPKH dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.   “Teman saya akhirnya lempar handuk. Padahal semua persyaratan terkait pertambangan seperti laporan eksplorasi dan jumlah cadangan sudah lengkap. Sekarang dia lebih memilih menjual perusahaan pada pihak lain,” ungkapnya kesal.  

Pemerintah sendiri memiliki target mampu membangun sejumlah smelter di dalam negeri hingga 2017. Menurut Disan jika pemerintah masih ingin target itu tercapai seharusnya justru memberikan fasilitas kemudahan bagi investor, terutama investor yang sudah serius. “Dari mana indikator keseriusannya, dari jumlah investasi yang sudah dikeluarkan dan data cadangan mineralnya,” kata Budi.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin
Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Di tengah semakin besarnya peran energi baru dan terbarukan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, membangun teknologi dan infrastruktur saja tidak cukup. Bagi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), kepercayaan dari para pemangku kepentingan menjadi modal yang sama pentingnya untuk memastikan setiap langkah transformasi berjalan dengan baik. Kepercayaan

By Egenius Soda
Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Jakarta,TAMBANG,- Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di industri pertambangan terus mendapat perhatian. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan pertambangan dan industri di Indonesia serta Australia. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar

By Egenius Soda