Hattrick, Putra Perkasa Abadi Boyong Lagi Piala Paling Top GMP Award

Hattrick, Putra Perkasa Abadi Boyong Lagi Piala Paling Top GMP Award

Jakarta, TAMBANG – PT Putra Perkasa Abadi (PPA) kembali memboyong piala paling bergengsi dalam ajang penerapan kaidah teknik pertambangan mineral dan batu bara yang baik atau good mining practices (GMP) Award 2024, yaitu trofi best of the best kategori pengelolaan standarisasi dan usaha jasa pertambangan mineral dan batu bara kelompok pemegang izin usaha jasa pertambangan. PPA berhasil menggondol prestasi tersebut untuk ketiga kalinya secara berturut-turut alias hattrick. Di mana perusahaan kontraktor tambang ini memperoleh trofi yang sama pada tahun 2023 dan 2022.

Direktur Operasional PPA, R. Teguh Saptosubroto mengatakan, penghargaan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM ini, merupakan apresiasi atas perusahaan dalam menjalankan operasi pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim PPA dan mitra kerjanya.

“PPA meraih trofi terbaik untuk ketiga kali berturut-turut, ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan dan meningkatkan standar tertinggi dalam operasional pertambangan yang berkelanjutan,” ujar Teguh melalui keterangan resminya, Jumat (27/9).

Selain itu, PPA juga meraih empat penghargaan aditama, yakni PPA site Adaro Indonesia, PPA site MLP, PPA site Bukit Asam, dan PPA site Borneo Indobara. Sementara PT Antareja Mahada Makmur (AMM) yang merupakan anak perusahaan PPA, meraih satu penghargaan aditama untuk AMM site Borneo Indobara, dua penghargaan utama untuk AMM site ABP dan site MHU, serta satu penghargaan pratama untuk AMM site MIFA.

Dengan penghargaan ini, kata Teguh, PPA akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan jasa pertambangan yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memiliki komitmen dan tanggung jawab terhadap keselamatan kerja, lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menekankan soal pentingnya memperhatikan pengelolaan pascatambang dan menjaga kaidah pertambangan yang berkelanjutan. Di mana perlu ada keseimbangan dalam operasi perusahaan antara profit dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Mineral dan batu bara adalah salah satu komoditas unggulan ekspor kita. Sekalipun di dunia global sekarang sedang berbicara tentang energi baru terbarukan. Kita harus mendorong penataan sistem pertambangan kita yang berorientasi pada lingkungan yang baik. Pascatambang penting, ya rakyat juga harus diperhatikan. Kita sama-sama jujur, untung besar juga penting, tapi rakyat juga penting, jangan sampai masyararakat tambang itu susah,” tegasnya.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda