Harga Tembaga Cenderung Naik

Harga Tembaga Cenderung Naik
Lembaran tembaga siap pakai. Sumber foto: redtigermining.com
 
Lembaran tembaga siap pakai. Sumber foto: redtigermining.com
LONDON, TAMBANG. HARGA tembaga mencapai titik tertinggi selama sebulan terakhir, Rabu lalu. Kenaikan itu disebabkan menurunnya stok tembaga, serta pengaruh dari naiknya harga minyak.   Melemahnya dolar ikut mendorong kenaikan harga tembaga. Dolar yang lemah membuat harga tembaga menjadi lebih murah bagi konsumen yang tak menggunakan mata uang dolar.   Adapun kenaikan harga minyak dipicu oleh beredarnya kabar kesepakatan di antara sesama produsen untuk memangkas produksi.   Menurut Bursa Metal London, harga tembaga naik 1,9%, menjadi US$ 4.635 per ton, tertinggi sejak 5 Januari. Pada pertengahan Januari, harga tembaga mencapai terendah selama enam tahun.   ‘’Tampaknya pasar metal sudah membentuk dasar, kurva harga telah mendatar,’’ kata seorang pedagang di Bursa Metal London.   Tembaga, yang terutama digunakan untuk jaringan transmisi listrik dan konstruksi, juga terangkat harganya menyusul berita bahwa Pemerintah Cina merencanakan mengurangi uang muka bagi pembeli rumah pertama dan kedua, sebuah langkah untuk memangkas pasokan rumah yang berlebih.   Sektor konstruksi di Cina menyerap sekeitar 25% pasar tembaga dunia, dan 35% aluminium.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Jakarta, TAMBANG – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan kembali digelar pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua agenda yang digelar bersamaan ini akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, hingga

By Rian Wahyuddin
Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin