Harga Emas Dunia Anjlok, Antam Masih Stagnan

Harga Emas Dunia Anjlok, Antam Masih Stagnan
Jakarta-TAMBANG. Dalam waktu kurun waktu lima tahun, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan adanya penurunan harga emas dunia ke level terendah di bawah US$ 1.100 per troy ons pada periode Juli.   Kepala Analisis Pasar Forex Time Jameel Ahmada dalam keterangan persnya menuliskan tren tersebut dapat mendorong volume ekspor Indonesia sebagaimana harga barang akan menjadi lebih murah. “Namun ada risiko bahwa pelemahan harga emas dapat memukul performa PDB dan Indonesia adalah negara yang memasok sekitar 4 persen ekspor emas dunia,” kata Jameel di Jakarta, Kamis (6/8).   Menurutnya anjloknya harga emas tersebut sebelumnya juga telah diprediksi dengan melihat turunnya permintaan emas di pasar. Selain itu, anjloknya harga emas juga akan memberikan pengaruh yang cukup signifikan kepada para trader dan investor dalam pembelian emas.   “Hal terakhir yang semakin memupuskan harapan akan kenaikan emas adalah pengumuman bahwa kepemilikan emas Cina hanya setengah dari level yang dicadangkan. Ditambah lagi dengan adanya fakta yang mengatakan bahwa emas telah jatuh di bawah level psikologis, pasar kini telah memasuki periode baru dalam pelemahan emas,” tutur Jameel.   Negara-negara berkembang, kata Jameel, seperti Indonesia, Brasil, Chile, Kolombia, Malaysia, Meksiko, Afrika Selatan, Turki dan Rusia merupakan pasar yang terkena dampak paling besar.   Antam Masih Stagnan   Sementara itu harga emas Antam yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih belum mengalami pergerakan. Harga emas Antam ukuran 1 gram tetap dibanderol Rp547.000. Namun, melansir Logammulia, Kamis (6/8), harga beli kembali (buy back) juga tertahan di Rp468.000 per gram.   Sementara itu, harga emas 2 gram dibanderol Rp1.054.000 atau Rp527.000 per gram. Emas ukuran 2,5 gram dijual Rp1.307.500 per bar, dengan harga per gram Rp523.000. Emas 3 gram dihargai Rp1.563.000 per bar, dengan harga per gram Rp521.000.   Emas ukuran 4 gram dijual Rp2.072.000 per bar, dengan harga per gram Rp518.000. Emas 5 gram dibanderol Rp2.590.000 per bar atau Rp518.000 per gram. Selanjutnya, emas 10 gram dijual Rp5.130.000 per bar atau Rp513.000 per gram. Emas 25 gram dijual Rp12.750.000 atau Rp510.000 per gram. Emas 50 gram Rp25.450.000 per bar atau Rp509.000 per gram.   Untuk emas ukuran 100 gram dibanderol Rp50.850.000 per bar atau Rp508.500 per gram. Emas 250 gram Rp127.000.000 atau Rp508.000 per gram. Lalu emas ukuran 500 gram dijual Rp253.800.000 atau Rp507.600 per gram.

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin