Harga Batu Bara Rendah, Kinerja Keuangan ITMG Menurun

Harga Batu Bara Rendah, Kinerja Keuangan ITMG Menurun

Jakarta-TAMBANG. Lesunya harga jual batu bara mulai berdampak pada perusahaan besar. PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) merasakan dampak itu pada kinerja keuangan perusahaan mereka.

Dalam catatan perseroan, pada 2014 laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik perusahaan turun tipis 2,32% menjadi US$ 200,21 juta. Padahal tahun 2013, perseroan masih membukukan laba bersih ke pemilik entitas induk sebesar US$ 204,98 juta.

“Penjualan turun 10,83 persen dari US$ 2,17 miliar pada 2013 menjadi US$ 1,94 miliar pada 2014. Harga pokok penjualan perseroan turun menjadi US$ 1,53 miliar sepanjang 2014.” Seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis kemarin(19/2).

Faktor itu mendorong laba kotor turun 15% menjadi US$ 408,09 juta pada 2014 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 483,69 juta. Kinerja perseroan memang turun meski terbatas. Hal itu karena perseroan mampu menurunkan sejumlah beban sepanjang 2014.

Perseroan mencatatkan beban keuangan turun dari US$ 901 ribu pada 2013 menjadi US$ 898 ribu pada 2014. Lalu beban umum dan administrasi merosot 15,18 persen menjadi US$ 26,20 juta pada 2014 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 30,90 juta.

“Pada pos lain-lain, perseroan mencatatkan keuntungan US$ 20,72 juta pada 2014 dari periode 2013 sebesar US$ 24,47 juta.”

Di sisi lain, total liabilitas turun menjadi US$ 408,72 juta pada 31 Desember 2014 dari periode 31 Desember 2013 sebesar US$ 428,28 juta. Ekuitas naik menjadi US$ 898,62 juta pada 31 Desember 2014. Perseroan mengantongi kas menjadi US$ 226,12 juta.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu 18 Februari 2014, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk stabil di kisaran Rp 18.25 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 1.924 kali dengan nilai transaksi harian saham Rp 46,9 miliar.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin