Gubernur Hingga Wapres Minta Freeport Bangun Smelter di Papua

Gubernur Hingga Wapres Minta Freeport Bangun Smelter di Papua

Jakarta – TAMBANG. PT Freeport Indonesia sudah berkomitmen menjalankan rencana pembangunan pabrik pengolahan tembaga (smelter) di Gresik Jawa Timur. Namun pemerintah tetap mendesak agar smelter itu dibangun di Papua. Desakan terus datang termasuk dari Gubernur Papua, bahkan Wakil Presiden RI.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengancam tidak akan memberikan izin pendirian smelter di Gresik. Sementara Gubernur Papua, Lukas Enembe, berani sesumbar akan mengusir Freeport dari Papua jika tidak membangun smelter di Papua.

Menteri ESDM Sudirman Said sendiri mengaku sebenarnya ia menghendaki agar Freeport mau membangun smelternya di Papua. "Saya sendiri selalu menekankan smelter dibangun dekat daerah operasi," ungkapnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/2).

Meskipun demikian ia tetap membuka kedua opsi lokasi pendirian smelter. Ia mengaku bakal terus mendorong dan mencari cara untuk memprioritaskan pembangunan smelter di daerah lokasi pertambangan. Tapi ia pun menegaskan fokusnya agar smelter secepat mungkin berdiri dan beroperasi.

Yang jelas, Menteri ESDM tidak meminta Freeport membatalkan nota kesepahaman yang telah dibuat dengan PT Petrokimia Gresik. Nota kesepahaman yang diteken tanggal 22 Januari 2015 itu terkait penyewaan lahan milik Petrokimia Gresik selama 20 tahun. Di lahan seluas 80 hektare itu, Freeport berencana membangun pabrik pengolahan yang memproduksi 500.000 ton katoda tembaga per tahun.

Menurut Presiden Direktur Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, pemilihan lokasi Gresik didasarkan pada ketersediaan infrastruktur yang sudah lengkap. Mulai dari ketersediaan pembangkit listrik, hingga kedekatan dengan pelabuhan yang memudahkan ekspor.

Legislatif pun tak mau luput dari proses ini, dengan pembentukan Panitia Kerja (Panja) Renegosiasi Kontrak Karya Freeport. Ketua Komisi VII DPR, Kardaya Warnika mendukung pemerintah agar smelter Freeport dibangun di Papua.

"Kami juga sedang membuat kajian terkait dengan hal tersebut. Yang jelas Freeport harus membangun smelter di Papua, dekat dengan lokasi penambangan. Itu harus jadi prioritas," ujar Kardaya, Selasa (3/2).

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin