Golden Energy Mines Pasang Target Produksi 14,4 Juta Ton Di 2017

Jakarta-TAMBANG. nak Usaha Sinar Mas yang bergerak di sektor pertambangan batu bara PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) memasang target produksi batu bara 14,4 juta ton di tahun 2017. Ini berarti ada kenaikan 51,5% dibanding realisasi produksi 2016 sebesar 9,5 juta ton.

“Perseroan akan mengalokasikan setidaknya 50% untuk kebutuhan domestik dan 50% sisanya untuk ekspor,” kata Presiden Direktur Golden Energy Bonifasius.

Bonifasius menjelaskan bahwa rencana alokasi produksi batu bara perseroan mencerminkan skala bisnis perseroan yang cukup besar. Golden Energy tidak hanya fokus pada pasar domestik, namun juga hadir pada pasar ekspor. “Salah satunya menjajaki pasar baru, yakni Taiwan dan Spanyol yang telah direalisasikan pada 2016,” terang Bonifasius dalam laporan tahunan perseroan.

Produksi batu bara perseroan disumbang oleh PT Borneo Indobara, PT Trisula Kencana Sakti, PT Kuansing Inti Makmur dan PT Era Mitra Selasa (EMS Group). Anak Usaha perseroan ini tersebar di Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan seluas 42.904 hektar. Total sumber daya dan cadangan yang dimiliki perseroan sebesar 2,18 miliar ton dan 783,1 juta ton.

Di tahun 2016, Golden Energy memproduksi batu bara 9,5 juta ton dan angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 8,6 juta ton. Kenaikan produksi ini diantaranya disumbang PT Borneo Indobara memberikan kontribusi terbesar 78,9% atau naik 19% dari 6,3 juta ton menjadi 7,5 juta ton.

“Perseroan juga mencatat volume penjualan 11 juta ton, meningkat 15,8% dari volume penjualan 2015 sebesar 9,5 juta ton. Jumlah tersebut lebih tinggi 2,8% dari target yang ditetapkan 10,7 juta ton,” jelasnya lagi.

Sebagian Besar Untuk Pasar Domestik

Selama ini dari batu bara yang dihasilkan perseroan, 55% dipasok ke dalam negeri. Sisanya ditujukan ke pasar ekspor. China, India, Thailand, Korea, Filipina dan Indonesia merupakan pasar utama batu bara Golden Energy. Selain itu, perseroan juga menjajaki pasar baru ke Taiwan dan Spanyol.

Saat ini perseroan memiliki kontrak proyek konsorsium dengan PT PLN (Perseroan). Kontrak pengadaan batu bara untuk PLN memiliki jangka waktu 10-20 tahun. Selain itu perseroan juga punya kontrak jangka panjang dengan GMR Coal Resources Pte, Ltd dan juga kontrak dagang lain dengan periode kontrak bervariasi antara 6 hingga 12 bulan.

Dengan kinerja operasi yang demikian di tahun 2016 PT Golden Energy Mines mencatat pendapatan US$384,34 juta. Angka ini meningkat dibanding perolehan 2015 sebesar US$353,18 juta. Perseroan juga berhasil membukukan laba bersih US$34,44 jutalebih tinggi dari perolehan laba bersih tahun 2015 sebesar US$2,01 juta.

Artikel Terkait

Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Pemerintah kini memusatkan perhatian pada perbaikan jalur distribusi ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Hal itu disampaikan

By Rian Wahyuddin
PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Ibu Balita bertema “Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Status Gizi Masyarakat melalui Pendekatan Keluarga” di Kelurahan Jatinegara, Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Peak

By Rian Wahyuddin