Golden Eagle Belum Punya Rencana Eksplorasi

Jakarta – TAMBANG. PT Golden Eagle Energy, Tbk (IDX: SMMT) tidak melakukan aktivitas eksplorasi sama sekali sepanjang bulan Agustus 2015. Dan untuk bulan September ini, perusahaan tersebut masih belum merencanakan aktivitas eksplorasi.   Abed Nego, Sekretaris Perusahaan Golden Eagle Energy, dalam laporannya kepada Bursa Efek Indonesia, Senin (7/9) menyebutkan tidak ada aktivitas eksplorasi di kedua anak usaha perusahaan tersebut. Kedua anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan batu bara yang dimaksud adalah PT Triaryani dan PT Internasional Prima Coal.   PT Internasional Prima Coal memiliki tiga konsesi batu bara di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Perusahaan tersebut telah mulai berproduksi secara komersial sejak tahun 2010, dengan kapasitas yang kini sudah mencapai 900 ribu ton per tahun.   Sementara itu, PT Triaryani memegang tiga konsesi batu bara di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Saat ini, tambangnya berada dalam tahapan pengembangan produksi komersial, meskipun tidak disebutkan berapa kapasitas produksinya.   Kedua anak usaha tersebut merupakan ujung tombak Golden Eagle Energy, sejak mengalihkan fokus usaha ke bidang pertambangan batu bara. Sebelumnya, Golden Eagle terdaftar di bursa efek sebagai PT Eatertainment International, Tbk yang bergerak di bidang jasa boga dan hiburan. Perubahan nama dan fokus bisnis itu baru dilakukan pada September 2012 silam.

Artikel Terkait

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

Jakarta, TAMBANG – Indonesia perlu mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar merespons keadaan darurat menjadi membangun resiliensi masyarakat secara berkelanjutan. Perubahan paradigma tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kompleksitas risiko bencana yang kini berkembang menjadi risiko sistemik. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya

By Rian Wahyuddin
Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Jakarta, TAMBANG – Tekanan biaya operasional (operational expenditure/opex) mendorong industri pertambangan untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus selalu menambah aset. Dalam kondisi tersebut, keandalan alat berat dan pengelolaan perawatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga efisiensi operasi. Hal ini menjadi salah satu perhatian Castrol CRB Mining dalam ajang Mining Indonesia

By Rian Wahyuddin