Genjot Produksi Minyak Bumi Pakai EOR Dinilai Sulit

Genjot Produksi Minyak Bumi Pakai EOR Dinilai Sulit

Jakarta, TAMBANG โ€“ Penggunaan Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk menggenjot produksi minyak bumi sedang ramai menjadi perbincangan. Pasalnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta kontraktor segera membuat rencana meningkatkan produksi 1 juta barel dengan menggunakan EOR.

Namun demikian, Vice President IPA Ronald Gunawan mengungkapkan penerapan teknologi EOR dinilai sulit dan memakan waktu lama karena prosesnya cukup panjang.

โ€œEOR ini perlu waktu ya, perlu waktu karena itu kan lewat proses,โ€ ungkap Ronald di Jakarta, Rabu (4/12).

Proses yang mesti dilalui, menurut Ronald, mulai dari perencanaan, studi, pencocokan metode, lalu jika cocok baru dikembangkan.

โ€œEOR itu tidak instan ya, itu yang penting. Jadi kalau di inject itu gak langsung produksi, perlu waktu,โ€ lanjut Ronald.

Ia mengungkapkan ada proses di dalam tanah dan reaksi kimia yang terjadi agar minyak dapat terangkat. Proses tersebutlah yang memerlukan waktu yang tidak singkat.

โ€œJadi EOR itu hanya salah satu kontribusi buat mendukung program 2030, 1 juta barel,โ€ kata Ronald.

Menurutnya upaya lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak adalah optimalisaai produksi, pencarian potensi cadangan minyak, dan pengembangan sumur yang sudah berproduksi.

โ€œKalau kita lihat di planning di SKK Migas, optimalisasi produksi, EOR, eksplorasi sama dari marginal field development jadi existing field yang belum dikembangkan,โ€ ujarnya.

Artikel Terkait

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG โ€“ Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG โ€” PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG โ€“ Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin
Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Jakarta, TAMBANG โ€“ PT Patra Logistik terus memperluas cakupan bisnis dan perannya dalam mendukung rantai pasok energi nasional. Kepercayaan PT Pertamina Patra Niaga diwujudkan melalui perluasan pengelolaan distribusi BBM dan LPG di Kalimantan serta pengelolaan distribusi Avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Pada layanan BBM, Patra Logistik yang sebelumnya

By Rian Wahyuddin