Freeport Minta Keringanan Soal Kewajiban Jaminan US$530 juta.

Freeport Minta Keringanan Soal Kewajiban Jaminan US$530 juta.
Tambang tembaga di Grasberg milik Freeport. Sumber: geotimes.com
JAKARTA, TAMBANG. FREEPORT McMoRan meminta Pemerintah Indonesia untuk mengurangi syarat jaminan sebesar US$ 530 juta, sebagai tanda keseriusan Freeport membangun smelter. Sesuai aturan, Freeport harus menempatkan jaminan sebesar US$ 530 juta, sebagai syarat mendapat izin ekspor.   Izin Freeport untuk mengekspor konsentrat tembaga berakhir pekan lalu. Karena Freeport tak kunjung menyerahkan jaminan bank, Pemerintah Indonesia tidak memberikan izin ekspor. Smelter baru yang akan dibangun Freeport ini rencananya terletak di Gresik, Jawa Timur.   ’Mereka menawar apakah bisa menunda penerapan syarat jaminan bank ini, atau memberi diskon. Tapi kami meminta Freeport untuk menunjukkan komitmennya dengan cara yang setara,’’ kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, kemarin. Ia menceritakan, saat ini surat-menyurat dengan Freeport terus berlangsung.   Freeport mengoperasikan tambang tembaga terbesar di dunia, di Papua. Setiap hari, Freeport menghasilkan sekitar 220.000 ton bijih tembaga. Tertundanya izin ekspor akan mengganggu keuangan Freeport.   Freeport merencanakan berinvestasi sebesar US$ 18 miliar untuk memperluas operasinya di Grasberg. Tapi, Freeport membutuhkan jaminan kepastian bahwa kontraknya di Grasberg akan diperpanjang. Sesuai aturan Indonesia, perpanjangan kontrak baru bisa dilakukan pada 2019, dua tahun sebelum kontrak berakhir.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin