Divestasi, Vale Proaktif Pertanyakan Kesiapan Pemerintah

Divestasi, Vale Proaktif Pertanyakan Kesiapan Pemerintah
Jakarta, TAMBANG – PT Vale Indonesia telah lebih dulu menanyakan ke Pemerintah, terkait proses divestasi saham 20 persen yang akan dilaksanakan pada Oktober 2019 nanti.   Chief Financial Officer PT Vale Indonesia, Febriany, mengatakan, Vale berkomitmen untuk melaksanakan apa yang sudah disepakati dengan Pemerintah. Serta sudah mengirimkan surat kepada Pemerintah untuk meminta arahan terkait proses divestasi saham nanti,   “Mereka (Pemerintah) berterima kasih karena Vale proaktif. Karena kita dari dulu spiritnya kooperatif, meminta dulu bagaimana melaksanakan ini. Sekarang kita tinggal nunggu arahan Pemerintah,” kata Febriany, kepada tambang.co.id, Selasa (22/1).   Seperti diketahui, perusahaan multinasional yang menandatangani Kontrak Karya (KK) sejak tahun 1968 ini, dalam penandatanganan amandemen KK mewajibkan divestasi saham 40 persen sebelum berakhir tahun 2025. Sebab pemegang KK ini mengintegrasikan dengan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel matte.   Seperti diketahui, saat ini komposisi kepemilikan saham Vale terdiri dari  60 persen dikuasai Vale Canada, 20 persen Sumitomo Metal Mining Co. Ltd dan 20 persen lagi dilepas sebagai saham publik.   Rencananya, Vale akan melepas saham sebesar 15 persen menjadi 45 persen dan Sumitomo akan turun lima persen, menjadi 15 persen. Sehingga total saham yang akan dilepas kembali sebesar 20 persen, untuk menggenapi saham 20 persen sebelumnya yang sudah dilepas ke publik. Sehingga total divestasi sebesar 40 persen saham.   Sementara itu, Presiden Direktur PT Vale Indonesia Nico Kanter mengatakan, Vale tidak memiliki kewajiban divestasi 51 persen seperti PT Freeport Indonesia, karena sesuai dengan kesepakatan yang diteken bersama Pemerintah Indonesia saat amandemen KK.     “Itu kesepakatan yang kita tandatangani dengan Pemerintah Indonesia. Sehingga Vale tidak memiliki kewajiban divestasi 51 persen seperti halnya Freeport Indonesia yang belum menandatangani amandeman KK,” kata Nico.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin