Delta Dunia Makmur Kerjakan Eksplorasi di Jambi dan Kaltim

Jakarta – TAMBANG. PT Delta Dunia Makmur, Tbk (IDX: DOID) melaporkan bahwa sepanjang Juli 2015 lalu, dua anak usahanya yang memegang konsesi batu bara telah melakukan kegiatan eksplorasi. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Pulau Mutiara Persada dan PT Banyu Biru Sakti.   Pulau Mutiara Persada adalah pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk eksplorasi konsesi seluas 1,500 hektare (ha) di Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupate Muara Tebo, Provinsi Jambi.   “Sampai saat ini, Pulau Mutiara Persada melalui PT Britmindo masih melaksanakan kegiatan eksplorasi batu bara tahup awal berdasarkan data bor yang sudah ada,” ungkap Errinto Pardede, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Delta Dunia Makmur, dalam surat yang dilayangkan ke Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/8).   Kegiatan itu dilakukan dalam rangka mempersiapkan pemodelan geologi yang sesuai standar yang berlaku umum. Selain itu juga sebagai persiapan kegiatan eksplorasi tahap lanjut pada wilayah-wilayah yang dianggap memiliki potensi cadangan batu bara yang dapat ditambang.   Sementara itu, Banyu Biru Sakti adalah perusahaan pemegang IUP yang baru diakuisisi tahun 2012 silam, dari PT Permata Resources Borneo. untuk transaksi itu, Delta Dunia Makmur merogoh kocek Rp999 juta. Konsesi tambang batu bara seluas 7.742 hektar milik Banyu Biru Sakti terletak di Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.   “Banyu Biru Sakti telah mendapatkan perpanjangan Izin Usaha Eksplorasi, dan akan terus melakukan seluruh tidakan yang diperlukan agar dapat memulai kegiatan eksplorasi batu bara pada wilayah tambangnya,” pungkas Errinto.   Meskipun demikian, Delta Dunia Makmur tidak menyebutkan jumlah dana yang telah terpakai untuk eksplorasi di kedua anak usahanya selama bulan Juli 2015.  

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin