Churchill Mining Cari Duit untuk Lawan Pemerintah Indonesia

Churchill Mining Cari Duit untuk Lawan Pemerintah Indonesia
LONDON, TAMBANG. PERUSAHAAN tambang dari Inggris, Churchill Mining PLC, mengumumkan telah mengumpulkan duit untuk membiayai sengketa hukumnya dengan Pemerintah Indonesia, serta mempertahankan klaimnya di Bursa London, Jumat lalu.   Churchill mengumpulkan duit £800.000 (sekitar Rp 14,7 miliar), didapatkan dengan pembuatan 7,3 juta lembar saham baru, dengan harga masing-masing 11 pence, serta penerbitan warrants. Tiap warrant bisa ditukar dengan dua saham baru, masing-masing saham harganya 20 pence. Warrant itu berlaku hingga 31 Maret 2019. Harga saham Churchill turun 11% menjadi 13 pence, pada Jumat pagi.   Duit hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk menambah pundi-pundi Churchill dalam berperkara di arbitrase internasional melawan Pemerintah Indonesia, membiayai ongkosnya dalam mempertahankan klaimnya di Bursa London, serta modal untuk biaya umum.   Sebagaimana diberitakan LSE South East, Jumat lalu, Churchill tahun lalu menggugat Pemerintah Indonesia di lembaga arbitrase International Centre for Settlement of Investment Disputes, yang berpusat di Washington. Churchill menilai, Pemerintah Indonesia melanggar hukum karena membatalkan lisensi tambang miliknya, di Kutai Timur. Churchill memiliki 75% saham di perusahaan yang izinnya dibatalkan itu.   Di isu yang lain, Churchill juga tengah berperkara dengan Bursa London. Dalam laporan tahunan November tahun lalu Churchill mengatakan, Bursa London menuduh Churchill melanggar pasal 11 dan 31 sejak Agustus 2010 hingga Maret 2011. Churchill menolak tuduhan itu.   Pasal 11 menyebutkan, perusahaan harus mengeluarkan pemberitahuan sesegera mungkin terhadap terjadinya setiap perkembangan baru, yang tidak diketahui publik, yang bisa mempengaruhi keadaan keuangannya, aktivitas usahanya, atau kinerjanya.   Pasal 31 menyebutkan, perusahaan harus menempatkan sumber daya dalam jumlah cukup, prosedur memadai, sehingga perusahaan bisa menaati prosedur. Setiap direktur juga harus memiliki tugas yang jelas, dan tanggung jawab masing-masing harus diumumkan ke publik.   ‘’Kami berterima kasih kepada para pemegang saham baru atas dukungannya terhadap klaim kami kepada Pemerintah Indonesia,’’ kata Komisaris Utama Churchill, David Quinlivan.

Artikel Terkait

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Jakarta, TAMBANG - PT Prima Wiguna Parama (Parama Energi) meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan industri energi dan pertambangan tidak hanya dibangun melalui mesin dan infrastruktur, tetapi juga melalui pendidikan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Semangat inilah yang mendorong Parama Energi memperkuat akses pendidikan serta pengembangan kapasitas

By Rian Wahyuddin
Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Jakarta, TAMBANG - Setelah menempuh perjalanan panjang melalui medan pegunungan yang menantang, rombongan Ceria Corp akhirnya menjejakkan kaki di Puncak Gunung Mekongga. Tepat pada 17 Agustus 2026, Merah Putih berkibar di ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadi penanda keberhasilan Ekspedisi Gunung Mekongga sekaligus menghadirkan makna tersendiri dalam

By Rian Wahyuddin