Bursa Asia Tunggu Hasil Kesepakatan Dagang AS-China

Bursa Asia Tunggu Hasil Kesepakatan Dagang AS-China
Jakarta, TAMBANG – Bursa saham Asia masih melemah, seiring aksi menahan diri pelaku pasar terhadap pertemuan antar delegasi AS dan China untuk membahas kesepakatan dagang.   Binaartha Institutional Research pada Senin (7/5) menganalisis, Sejumlah indeks saham China bergerak melemah dengan tekanan pada sektor baja dan keuangan. Begitupun dengan ASX yang melemah dengan tekanan pada sektor keuangan dan Kospi yang melemah dengan tekanan pada sektor otomotif dan teknologi. Sementara itu, bursa saham Jepang tutup karena libur nasional. Berbeda dengan bursa saham Asia, laju bursa saham Eropa cenderung bergerak positif. Meski pelaku pasar mencermati pertemuan antara delegasi AS dan China untuk membahas perdagangan diantara keduanya.   Indeks pan-European Stoxx600 turun 0,60 persen dengan dorongan pada hampir mayoritas sektor, terutama sektor media yang mampu berbalik positif seiring respon positif pelaku pasar terhadap sejumlah rilis kinerja emitennya.   Sementara itu, bursa saham AS juga mampu berbalik positif. Kenaikan dimotori saham-saham telekomunikasi terutama saham Apple setelah dikabarkan bahwa Warren Buffet telah membeli sejumlah saham emiten telekomunikasi tersebut.   Sementara itu, rilis data ketenagakerjaan yang melansir telah bertambah 164 ribu pekerjaan di bulan April, namun lebih rendah dari perkiraan penambahan 195 ribu, tidak terlalu mendapat tanggapan negatif pelaku pasar.    

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda