Bumi Resources Minerals Dapat Teguran Otoritas Bursa

Bumi Resources Minerals Dapat Teguran Otoritas Bursa

Jakarta - TAMBANG. Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat yang mempertanyakan kejelasan transaksi pengalihan saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) yang dimiliki PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kepada China Investment Corporation (CIC). Pihak manajemen BUMI mengatakan bahwa proses pengalihan saham ini masih belum bisa dilakukan, karena belum ada keputusan dari Pengadilan Singapura terkait restrukturisasi utang anak usahanya.

Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris BUMI menuturkan bahwa pengadilan Singapura telah memberi mandat untuk tidak mengalihkan aset maupun melakukan transaksi apapun. Baik itu secara sendiri maupun dengan individu tertentu, sampai mayoritas kreditor dan pihak peminjam sepakat dan menyetujui.

Dileep mengatakan, transfer saham BRMS dilakukan dengan harga yang lebih rendah dari harga saat ini. "Sehingga, dengan adanya proses pengadilan Singapura, BUMI harus memperlakukan semua kreditor secara adil," ujarnya, Rabu (7/1).

BUMI hingg saat ini masih berusaha agar bebas dari tuntutan pailit. Anak usaha BUMI, yakni Bumi Investment Pte. Ltd, Enercoal Resources Pte Ltd, dan Bumi Capital Pte Ltd mengajukan restrukturisasi obligasi kepada pengadilan singapura. BUMI mendapatkan penundaan kewajiban pembayaran utang selama enam bulan terhadap upaya hukum yang dilakukan kreditur.

Di sisi lain, BUMI harus melakukan pertukaran saham dengan utang atau debt-to-equity swap. Transaksi itu melibatkan peralihan 42% saham BRMS ke CIC senilai US$ 257 juta.

BRMS justru melihat adanya dampak positif dari pertukaran saham tersebut. Dengan masuknya CIC, BRMS mengklaim akan memperbaiki Good Corporate Governance (GCG) karena adanya objektivitas operasi. Lalu bagi BUMI, pengalihan saham ini akan menyusutkan utangnya pada pemodal Tiongkok itu.

Pengurangan utang ini dilakukan dengan tiga tahap. Pertama, barter kepemilikan BUMI dengan CIC di PT Kaltim Prima Coal (KPC). Kedua, BUMI menerbitkan saham baru yang diserap oleh CIC. Lalu ketiga, transfer 42% saham BUMI di BRMS kepada CIC.

Artikel Terkait

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Minerba Convex 2026 Perkuat Kolaborasi, Tata Kelola Tambang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Minerba Convex 2026 Perkuat Kolaborasi, Tata Kelola Tambang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Sebanyak 18 asosiasi subsektor industri pertambangan mineral dan batu bara bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggelar Minerba Convention and Expo (Convex) 2026 pada 2–3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Minerba Convex 2026 akan dibuka secara

By Rian Wahyuddin
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin