BPK RI Temukan Tumpang Tindih Area Tambang Dan Lahan Sawit

BPK RI Temukan Tumpang Tindih Area Tambang Dan Lahan Sawit
Jakarta, TAMBANG – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) merilis temuan soal tumpang tindih lahan sawit di Indonesia. Salah satu temuannya, menunjukkan terdapat izin pengusahaan sawit yang berada di atas area pertambangan. “BPK telah menyelesaikan dan menyerahkan hasil audit tentang perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia. Terkait tumpang tindihnya usaha perkebunan dengan pertambangan,” kata Anggota IV BPK RI, Rizal Djalil saat konferensi pers di kantornya, Jumat (23/8). Saat ditanya perusahaan apa saja yang izinnya mengalami tumpang tindih, Rizal enggan membeberkan secara rinci. Ia hanya menyebut, pemilik lahan sawit tersebut merupakan pemain besar yang sudah melantai sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Saya tidak mau sebut satu per satu perusahaan, semua perusahaan ini terdaftar di bursa,” tutur Rizal Djalil.. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar membenarkan hal tersebut. Sebagian temuan BPK soal masalah di sektor sawit terhubung dengan sektor pertambangan. “Sawit tumpang tindih yang berkaitan dengan pertambangan. Ya, ada beberapa perusahaan, tadi datanya disampaikan,” jelas Arcandra. Lebih lanjut, selain menindih area tambang, BPK juga menemukan adanya tumpang tindih sawit dengan kawasan hutan konservasi, hutan lindung, dan taman nasional. Kalau dikalkulasi, luasan seluruhnya mencapai jutaan hektare. “Semua kita lihat semua pemain besar. Jumlahnya itu jutaan hektare,” pungkas Rizal. Adapun sebaran area yang mengalami tumpang tindih meliputi kawasan di Sumatera Utara, Riau, Jambi Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat.    

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin